Bintan, hariandialog.co.id – Dalam kegiatan di DPRD Kabupaten Bintan aspirasi itu jelas ada, namun atas kegiatan yang ada di setiap komisikan pagunya lain-lain, ada yang setengah besar ada juga yang kecil, itu semua tergantung dari komisinya. Cuma yang anehnya lagi dari Kepala Dinas Perkim Bintan Jumiha Riyanto semua kegiatan aspirasi Dewan Bintan setiap komisi dipotong 30-40%. Disitulah kami semua anggota Dewan sangat tidak setuju dengan seenanknyamemotong dengan sebesar itu. Pada waktu itu Media Dialog menjumpai anggota dewan dari komisi I Bapak Tarmizi di ruang kerja ia mengatakan dalam kegiatan aspirasi ini berjalan pada bulan 6, paling lambat bulan 7 sudah harus jalan, ini semua permintaan dari masyarakat Bintan. Cuma yang tak masuk dari akal dalam pemotongan satu kegiatan itu di kenakan 40 persen ini perkim apa kok menyekek kegiatan aspirasi Dewan Bintan. Dalam kami pelajari semuanya ternyata semua dewan itu pada kenak potong, perntanyaan saya sebagai dewan uang yang dipotong dengan 40 % itu untuk apa, dikemanakan dan itu kita tanyakan sama konsultan biayanya untuk pemotongan itu hanya 5% untuk pengawasan dan perencanaan tidak ada sebesar itu kata konsultam. Seperti saya kata Bapak Tamizi saya itu dana kegiatan 100 juta kenak potong 38 juta sisanya 62 juta, belum untuk dipotong pajak 12 ½ persen sisanya 40 lebih saja, itu rehab jendela, pintu sekolah jadi kalau dalam perhitungan ko saya, bisa-bisa tak siap sekolah itu, jadi kan kita kasihan masyarakatnya jadi pertanyaan kita lagi uangnya itu untuk apa, kenapa sebegitu besar berarti Perkim ini memperkaya diri. Dan beberapa hari kemudian itu kita panggil semua orang PUPR sudah setuju bahwa pemotongan hanya 10% , sedangkan Perkim masih belum setuju artinya kalau ia memotong 10% kenapa ia belum setuju, uang untuk mereka sudah tidak ada lagi, adapun tipis, ujar ia mengakhirinya (HANDOKO).
