Bintan, hariandialog.co.id
Dalam pengerjaan atas jaringan air sistem penyediaan air minum (SPAM) di daerah Kijang Perumnas Kampung Tokojo, itu asal-asal jadi dan dengan anggaran yang cukup besar. Apalagi apabila sudah siapnya proyek tersebut itu, masyarakat di perumahan itu takkan bisa untuk merasakan atas air yang seperti air di perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Kepri yang begitu lancar dan airnya bersih serta tak putus-putus untuk dipakai. Pada waktu Media Dialog berada di Perumahan Masyarakat (Perumnas) di Tokojo para pekerja sedang menggali aliran pipa di Perumahan itu dan Media Dialog menayakan salah seorang pekerja Nano, ia mengatakan atas proyek yang kami kerjakan ini, kami hanya disuruh mandor untuk menggali aliran pipa ke Perumnas Tokojo, sedangkan masalah yang lain seperti kolam penampung air itu bukan pekerjaan kami, semuanya itu tanyakan sama Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Bintan biar lebih jelas lagi. Pada kesempatan itu Media Dialog menjumpai Sekretaris PUPR Bintan Dedi Kristian di kantornya, ia mengatakan dengan membohongkan namanya, ia bilang nama saya Joko, dengan nada yang sombong, mengatakan atas proyek pengolahan dan pengembangan sistem penyedian air minum (SPAM) di daerah Kabupaten Bintan dengan pagu sebesar Rp. 1.553.165.439,11 Milyar dengan kontraktor dari CV Pribumi Jaya Mandiri dengan masa pelaksanaan 120 kalander serta memakai anggaran APBD Kabupaten Bintan Tahun 2021. Dedi Kristian mengatakan lagi atas proyek tersebut itu, saya rasa sudah tidak ada masalah, baik dari segi pipanya ditambah pula dengan kolam air keduanya, itu sudah cukup untuk dikonsumsi atau dipakai kepada masyarakat perumahan ini. Jadi atas proyek yang lagi dikerjakan itu, kami dari Dinas PUPR Bintan sangat mendukung sekali, apalagi ini memang harus dibuat atas jaringan pipa air ke rumah-rumah masyarakat. Sedangkan masyaallah kolam yang ada dua itu. Tim khusus di bidang kolam dan air, itu tidak ada masyarakat apalagi kolamnya cukup lebar dan dalam. Ujar ia mengakhirinya.(HANDOKO)
