Jakarta, hariandialog.co.id.- Bursa calon Kepala Otorita Ibu Kota
Negara Nusantara mengerucut ke sosok kepala daerah berlatar belakang
arsitek. Menteri Sosial Tri Rismaharini atau atau Risma masuk dalam
daftar kandidat. Mantan Wali Kota Surabaya ini merespons dengan
santai.
Adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan
pemimpin IKN di Kalimantan Timur adalah orang yang berpengalaman
sebagai kepala daerah dan berlatar belakang arsitek. Ada 4 calon yang
mencuat disinyalir memimpin IKN.
“Paling tidak pernah memimpin daerah dan punya background arsitek,”
kata Presiden Jokowi saat bertemu dengan beberapa pemimpin redaksi
media massa nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/1).
Jawaban Jokowi membuat peserta pertemuan berasumsi ke sosok
kepala daerah tingkat I berlatar belakang arsitek yang merupakan orang
Sunda. Namun, saat ditanya lebih jauh, Jokowi hanya tersenyum. Jokowi
juga berbicara tentang pemilihan nama Nusantara untuk IKN. Dia
mengatakan nama tersebut tak serta-merta dipilih karena pendapat
pribadinya, namun juga sudah menampung aspirasi sejumlah pihak.
Jokowi mengatakan pembangunan IKN butuh waktu yang tidak
sebentar. Setidak-tidaknya, menurut Jokowi, butuh waktu 15-20 tahun
untuk selesai sepenuhnya.
Soal kemungkinan pembangunan IKN dihentikan pemimpin selanjutnya,
Jokowi tak khawatir. Dia mengatakan pembangunan IKN sudah menjadi
amanat undang-undang, sehingga tak seharusnya dihentikan
Adapun keempatnya yakni Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), Tri
Rismaharini atau Risma (saat ini Menteri Sosial), Nova Iriansyah
(Gubernur Aceh), dan Danny Pamonto (Walkot Makassar).
Bagi Risma, kepala daerah berlatar arsitek tak hanya tentang dirinya.
Risma enggan berbicara lebih jauh soal ini.
“Banyak, banyak kepala daerah yang (berlatar) arsitek. Bukan hanya aku
aja. Jadi, nggak bisa ngomong aku,” jawab Risma santai dan tertawa
kecil setelah menanam mangrove di Pantai Telaga Waja, Badung, Minggu
(23/1/2022).
Risma mengatakan harus terlebih dahulu melapor ke Ketum PDIP Megawati
jika ditunjuk untuk jadi Kepala Otorita nantinya. Dia akan meminta
pandangan Megawati dulu. “Ibu tahu saya. Saya harus melapor ke Ibu.
Karena Ibu tahu siapa saya. Apakah saya tepat di situ atau tidak,”
katanya.
Risma enggan menjawab terkait kesiapannya jika ditunjuk. Dia
menegaskan tidak tahu-menahu terkait Kepala Otorita itu.”Bukan soal
siap. Orang saya nggak tahu kok,” kata Risma sambil tertawa sweperti
dikutib detik.com.
Presiden Jokowi punya waktu dua bulan untuk menunjuk
Kepala Otorita IKN Nusantara, nama resmi pemimpin Nusantara yang
dimaksud. Ini sudah termaktub dalam UU IKN yang sudah disahkan DPR.
“Untuk di tahun pertama ini, kita tidak mengharuskan presiden untuk
berkonsultasi pada DPR karena di dalam undang-undang itu ditetapkan
harus dua bulan ini harus ada kepala otorita,” kata Ketua Panitia
Khusus (Pansus) RUU IKN Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen,
Senayan, Jakarta, Selasa (18/1) lalu. (tob)
