Jakarta, hariandialog.co.id.- Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris
Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar
Diantoro melantik enam pejabat di lingkungan Kemendagri. Satu pejabat
dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6/M Tahun 2022
tertanggal 15 Februari 2022. Sedangkan lima pejabat lainnya
berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor
821.22-152 tertanggal 18 Februari 2022.
Dalam sambutannya, Suhajar mengajak para pejabat untuk
bekerja dengan berorientasi pada pelayanan. Pasalnya, hal itu sesuai
dengan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta agar pemerintah pusat
dan pemerintah daerah (pemda) menyatukan budaya kerja masing-masing.
“Bapak Presiden minta agar kita satukan budaya kerja kita,
yang sekarang kita sebut dengan BerAKHLAK. ‘Ber’ itu adalah
berorientasi kepada pelayanan. Ini harus mulai dihafal, terus kita
masukan ke dalam hati kita, lihat dalam diri kita apa kelebihan dan
kekurangan dan bagaimana cara kita menerapkannya,” terang Suhajar pada
Pelantikan Pejabat Fungsional Ahli Utama dan Pejabat Pimpinan Tinggi
Pratama, di Lingkungan Kemendagri yang berlangsung di Gedung Sasana
Bhakti Praja Kantor Pusat Kemendagri, Senin (21/2/2022).
Suhajar melanjutkan, budaya berikutnya yakni akuntabel,
kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Budaya-budaya
tersebut, kata dia, akan mendorong para aparatur bekerja dengan benar.
Hal itu juga bakal mengubah paradigma aparatur dalam bekerja menjadi
lebih optimal. Karenanya, dia meminta agar orientasi untuk memberikan
pelayanan dapat diterapkan dalam menjalankan pekerjaan. “Itulah yang
dipatrikan oleh Pak Presiden dan diperintahkan oleh Pak Menteri Dalam
Negeri kepada kita, kita ini adalah pelayan. Jadi kalau ada pegawai
negeri tak bersedia menjadi pelayan, tolonglah mencari pekerjaan
lain,” tambah Suhajar.
Di sisi lain, Suhajar mengajak para aparatur untuk
meyakinkan berbagai pihak bahwa esensi menjadi Aparatur Sipil Negara
(ASN) adalah melayani. Lebih khusus, tambah dia, pelayanan tersebut
ditujukan kepada masyarakat, lembaga, maupun badan-badan yang bekerja
untuk rakyat.
Dia mencontohkan, beberapa negara seperti Korea
Selatan, Taiwan, hingga Singapura yang dinilai berhasil mengalami
kemajuan pesat. Hal itu, karena negara tersebut berupaya
bertransformasi menjadi organisasi pelayanan publik. Karena itu,
Suhajar kembali meminta agar para aparatur kembali menerapkan
paradigma melayani, terlebih kepada masyarakat secara umum.“Bagi
organisasi-organisasi yang langsung berhubungan dengan rakyat, dia
pelayan nyata. Dukcapil bagian dari itu, karena dia langsung melayani
dokumen rakyat punya,” tandas Suhajar seperti ditulis indonews.
Adapun pejabat yang dilantik tersebut di antaranya,
Widyaiswara Ahli Utama Kemendagri Suroyo; Kepala Biro Keuangan dan
Aset Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemendagri Marisi Parulian; Kepala
Biro Umum Setjen Kemendagri Asmawa; Kepala Pusat Data dan Informasi
Setjen Kemendagri Nurdin; Direktur Fasilitasi Dana Perimbangan dan
Pinjaman Daerah Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah
(Keuda) Kemendagri Sumule Tumbo; serta Kepala Pusat Penelitian dan
Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah Heru Tjahyono. (pitta)
