Jakarta, hariandialog.co.id – “Pemerintah harus bisa menstabilkan harga-harga pangan sebelum bulan Ramadan,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani di Jakarta, Selasa (29/3), dikutip dari sejumlah media.
Ya, Puan yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, partai utama yang mengusung Joko Widodo dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019 menantang Presiden untuk menstabilkan harga pangan dan barang-barang kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan 1443 Hijriyah yang tinggal menghitung hari.
Menurut Puan, sebagai pemangku kebijakan, tak ada alasan bagi pemerintahan Presiden Jokowi untuk tidak bisa memberikan harga pangan yang murah bagi rakyat.
“Kita ketahui kenaikan harga pangan sudah terjadi sejak beberapa waktu terakhir. Pemerintah harus bisa menstabilkan harga-harga pangan sebelum bulan Ramadan,” tegas mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini.
Puan lalu menyebut beberapa bahan pangan yang sudah mulai mengalami kenaikan seperti kedelai, daging sapi, gula, dan tepung terigu. Padahal, katanya, permasalahan kelangkaan minyak goreng yang berimbas pada kenaikan harga hingga kini belum juga terselesaikan.
“Meski saat ini stok minyak goreng tidak lagi langka, tapi persoalan harga yang tinggi masih membebani masyarakat. Kami harap pemerintah lebih konsisten menerapkan kebijakan agar tidak menimbulkan ketidakpastian pasar,” pintanya.
Puan mensinyalir, kenaikan harga pangan, terutama yang diimpor dari luar negeri, sebagian ada yang dipicu oleh faktor global seperti perang antara Rusia versus Ukraina. Menurut dia, berbagai bahan pangan yang masih membutuhkan bahan baku impor membuat komoditas pangan tersebut semakin tinggi harganya. “Tapi penting juga agar ada antisipasi dari stakeholders (para pemangku kepentingan) terkait sehingga harga pangan tidak kian naik saat memasuki Ramadan dan Lebaran,” saran Puan.
Puan juga mengingatkan pemerintahan Presiden Jokowi untuk memastikan stok barang kebutuhan pokok, khususnya komoditas-komoditas pangan strategis, tersedia di pasaran. Dengan pasokan yang cukup, kata Puan, keamanan harga pun akan lebih terjamin.
“Harus ada pengecekan dan monitoring berkala antara kementerian-kementerian terkait bekerja sama dengan Satgas Pangan Polri untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan permintaan bahan pokok jelang bulan suci Ramadan,” papar istri dari pengusaha nasional Happy Hapsoro ini.
TINDAKAN TEGAS
Selain itu, Puan meminta agar Jokowi menjamin kelancaran distribusi pasokan pangan sehingga segala kebutuhan masyarakat saat Ramadan tidak terkendala. “Kenaikan permintaan (demand) harus dibarengi dengan ketersediaan (supply) stok dan lancarnya distribusi agar tidak terjadi kelangkaan dan lonjakan harga,” terangnya.
“Pengamanan dan pengawasan pasokan serta distribusi bahan pangan juga harus diperketat, dan perlunya tindakan tegas bagi pelaku yang mencoba memainkan harga maupun pasokan bahan pangan di pasar,” lanjut Puan.
Sebelumnya, sepekan menjelang Ramadan, harga kebutuhan bahan pangan di pasar-pasar tradisional di Jakarta dan daerah-daerah di Indonesia mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi karena permintaan konsumen tinggi, sedangkan pasokan dari produsen menipis, atau berlaku hukum ekonomi supply and demand.
HARGA NAIK VERSI PEDAGANG
Sementara itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat lima hari menjelang Ramadan harga beberapa komoditas bahan pokok mulai melejit.
Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kebijakan Publik DPP IKAPPI Teguh Stiawan merinci komoditas yang harganya naik itu, antara lain bawang putih, ayam, telur, gula pasir, minyak goreng, dan daging sapi.
Berikut data kenaikan harga yang ditemukan oleh pedagang, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (29/3).
1. Harga bawang putih naik dari Rp30 ribu menjadi Rp40.000 per kilogram (kg).
2. Harga telur ayam naik dari Rp24 ribu menjadi Rp28.000 per kg.
3. Harga daging sapi naik dari Rp120 ribu menjadi Rp150 ribu per kg.
4. Harga minyak goreng naik dari Rp14 ribuan menjadi Rp26 ribuan per kg.
5. Harga gula pasir naik dari kisaran Rp12.500 menjadi Rp13.500 per Kg
6. Harga sabun, odol dan lain – lain juga naik per item Rp.2.000.- .
Teguh mengatakan kenaikan dipicu oleh beberapa faktor. Untuk minyak goreng dan gula, kenaikan dipicu oleh penurunan distribusi yang cukup besar. “Minyak goreng curah yang biasanya per minggu dikirim 3 sampai 4 kali pengiriman ini hanya dikirim 2 kali, sedangkan gula mengalami penurunan distribusi hingga 40 persen,” katanya.
Sedangkan untuk komoditas lain seperti bawang putih, ayam, telur, ia mengatakan kenaikan harga dipicu lonjakan permintaan. “Permintaannya naik kurang lebih 30 persen,” katanya.
Ia berharap pemerintah turun tangan dalam menangani kenaikan harga bahan pokok itu. Apalagi menurut prediksi pedagang, permintaan bahan pokok itu akan melonjak sampai dengan 50 persen pada 3 hari menjelang Ramadan ini. (tim)
