Jakarta, hariandialog.co.id.- Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil
Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) mengevaluasi kinerja Dinas
Dukcapil provinsi dan kabupaten/kota setiap pertengahan dan akhir
bulan. Kinerja Disdukcapil diukur dengan capaian terhadap sepuluh
indikator.
Indikator itu di antaranya adalah perekaman e-KTP 99,3%,
kepemilikan KIA 40%, penggunaan kertas putih pada 18 dokumen
kependudukan, tanda tangan elektronik (TTE) pada 18 dokumen, layanan
Adminduk secara online, pelayanan terintegrasi, kepemilikan akta
kelahiran 97%, perjanjian kerja sama, akses pemanfaatan data dan
penggunaan buku pokok pemakaman.
Hingga 31 Maret 2022, sebanyak 4 Disdukcapil provinsi
berhasil menempati Level 4 (level terbaik), 22 Disdukcapil provinsi
berada di Level 3 (level baik), 8 Disdukcapil provinsi di Level 2
(level buruk) dan tidak ada yang berada di Level 1 (level terburuk).
“Saya apresiasi untuk Sumatera Barat, Lampung, Jawa Timur, dan
Kalimantan Timur yang telah mencapai Level 4, level terbaik. Yang
Level 1 juga sudah tidak ada. Bagus ini. Tinggal yang 22 di Level 3,
ini ayo lebih semangat meningkatkan layanan untuk ke Level 4. Begitu
juga yang di Level 2,” ujar Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam
keterangannya, Selasa (12/4/2022).
Zudan juga meminta Disdukcapil yang berada di Level 2
agar lebih giat dalam melaksanakan pelayanannya. “Sumatera Utara,
Banten, NTB, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Papua, dan Papua
Barat. Ini level bawah level buruk di tingkat provinsi. Harus lebih
giat, lebih bekerja keras, jangan yang biasa-biasa saja. Segera ikuti
teman-teman yang di Level 3 dan 4,” tutur Zudan.
Direktur Pendaftaran Penduduk David Yama yang sekaligus
bertanggung jawab dalam penyusunan levelisasi ini mengungkapkan
pentingnya levelisasi yang mulai 2020 itu. Levelisasi penilaian
kinerja ini selaras arahan Mendagri Tito Karnavian agar kinerja
jajaran Dukcapil selalu ditingkatkan dan terus memberikan layanan
terbaik kepada masyarakat. “Levelisasi ini penting untuk mengukur
pencapaian dan klaster-klaster dalam membina Disdukcapil di daerah.
Silakan ikuti bahan paparan yang sudah saya sampaikan, itu ada
strategi-strategi misalnya dalam peningkatan perekaman KTP-el dan
kepemilikan KIA,” ungkap Yama. (pitta).
