Jakarta, hariandialog.co.id.- Kementerian Kesehatan atau Kemenkes
mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dengan dilonggarkannya
kegiatan di luar ruangan. Sebab, Indonesia masih dalam fase pandemi
terkendali dan masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum
masuk ke fase endemi.
“Apakah kita bisa masuk lewat pandemi ke transisi endemi?
Maka sebenarnya ada beberapa stepyang kita lewati dari pandemi
kemudian deselerasi, terkendali, eliminasi, dan eradikasi,” kata Wakil
Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam rapat kerja dengan
Komisi IX DPR RI yang disiarkan melalui Youtube, Senin, 23 Mei 2022.
Menurut Dante Saksono, saat ini Indonesia ada pada periode
terkendali atau tepatnya, pandemi yang terkendali. Ini disebabkan
tidak ada disrupsi pada aktivitas sosial masyarakat dan kasus Covid-19
yang semakin menurun. “Pandemi yang terkendali ini masih menuju fase
berikutnya dan mudah-mudahan akan semakin baik sampai ke fase
eliminasi dan akhirnya ke eradikasi,” ucap Dante Saksono.
Dia turut mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 bukanlah
wabah pertama. Sebab, sebelumnya pernah ada pandemi Flu Spanyol. “Kita
lihat Flu Spanyol itu terjadi selama 2-3 tahun. Setelah 2-3 tahun ada
yang hilang sama sekali, ada yang masih tetap ada di dalam
masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan saat ini flu burung yang masih dilaporkan,
meskipun tidak menjadi pandemi lantaran adanya kekebalan natural di
masyarakat, sehingga menjadi endemi. “Kita terus melakukan pemantauan
(Covid), kita terus melakukan evaluasi dengan tetap menjaga protokol
kesehatan secara bertahap yang kita longgarkan dalam aktivitas
masyarakat,” ujar Dante.
Dia menyebutkan jika dalam transisi pandemi menuju endemi,
virus bisa saja benar-benar hilang. Namun, kata Dante, virus juga bisa
berhenti menyebar karena relatif menjadi tidak berbahaya.
Menurutnya, ada adaptasi secara genetik terhadap manusia
yang disebut sebagai epigenetic, yaitu gen yang berubah disebabkan
faktor lingkungan yang diadaptasi oleh tubuh, sehingga gen dalam tubuh
melakukan proses perubahan. “Sehingga, kekebalan tubuh kita mengalami
perubahan terhadap virus pada masa pandemi sebelumnya,” ujarnya
seperti direlis tempo.com..
Oleh karena itu, Kemenkes menyiapkan tiga skenario yang harus dilewati
pada masa transisi dari pandemi ke endemi, yaitu:
1. Virus tidak hilang total, contohnya virus flu Spanyol dan H1N1
yang masih ada saat ini. Namun, patogen bisa berhenti menyebar karena
banyak individu yang terlindung melalui vaksinasi atau pernah
terinfeksi. Dengan begitu mutasi virus relatif tidak berbahaya.
2. Sistem kekebalan tubuh manusia mulai beradaptasi untuk melawan
infeksi, sehingga virus hanya akan memicu gelombang kecil dan
menyebabkan penyakit yang lebih ringan. Di tahap ini, individu juga
sudah menemukan vaksin dan antibiotik atau antivirus.
3. Pola virus telah diketahui, sehingga bisa diprediksi. Setelah
melihat tiga pandemi terakhir, status pandemi berubah menjadi endemi
setelah 1,5-2 tahun kemunculan penyakit. (diah).
