
LABUSEL, hariandialog.co.id— Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan mempererat hubungan antarlembaga adat Melayu dengan menghadiri kegiatan Temu Ramah Forum Keluarga Besar Kesultanan Kerajaan se-Sumatra (FKBKKS). Kegiatan yang berlangsung di Kesultanan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, pada Minggu (28/6/2026) tersebut menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan zuriat kesultanan dan kerajaan dari berbagai daerah di Pulau Sumatra.
Dalam memenuhi undangan tersebut, Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara mengutus tiga orang perwakilan, yakni Ketua Majelis Dato’ Setiawangsa II, didampingi Wan Elfin bergelar Dato’ Seri Gahara Muda, serta OK Abdul Latif.
Kehadiran ketiganya merupakan representasi dari semangat kebersamaan dan tanggung jawab dalam menjaga eksistensi adat serta budaya Melayu di tengah dinamika perkembangan zaman.
Temu ramah yang diselenggarakan oleh FKBKKS tidak hanya menjadi wadah mempererat tali persaudaraan antarzuriat kesultanan, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk memperkuat sinergi dalam pelestarian nilai-nilai budaya, sejarah, dan tradisi Melayu. Pertemuan semacam ini dinilai penting untuk membangun komunikasi yang berkesinambungan di antara lembaga-lembaga adat di Sumatra.
Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara memandang kegiatan tersebut sebagai momentum strategis untuk memperluas jejaring silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam berbagai program pelestarian adat. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis antarpemangku adat, diharapkan berbagai warisan budaya Melayu dapat terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus secara berkelanjutan.
Keikutsertaan Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara dalam forum ini juga menjadi wujud dukungan terhadap upaya menjaga persatuan masyarakat adat Melayu di Sumatra. Melalui semangat kebersamaan yang terus dipupuk, diharapkan forum ini mampu melahirkan gagasan dan langkah nyata dalam mempertahankan marwah, jati diri, serta kekayaan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
(Khairul Amri)
