Jakarta, hariandialog.co.id.- Kinerja PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk tetap positif di tengah seretnya modal yang dimiliki.
Berdasarkan laporan Keuangan BTN Unaudited. laba bersih senilai Rp
1,46 triliun per Juni. Naik 58,7% secara tahunan atau year on year
(yoy) dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 920 miliar.
Kredit dan pembiayaan BTN berhasil naik 7,7% yoy dari Rp
265,9 triliun menjadi Rp 286,15 triliun di Juni 2022. Sedangkan dana
pihak ketiga (DPK) tumbuh 2,99% yoy dari Rp 298,28 triliun menjadi Rp
307,31 triliun di paruh pertama 2022.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Rionald
Silaban menyatakan net interest margin (NIM) BTN meningkat menjadi
4,50%. Sedangkan efisiensi tergambar dari penurunan biaya operasional
terhadap beban operasional (BOPO) BTN menjadi 85,69% di paruh pertama
2022. “Kualitas kredit juga mengalami perbaikan non performing loan
(NPL) di level 3,54% dan Coverage 148,20%,” paparnya di Jakarta pada
Senin (29/8).
Namun, ia menyatakan, isu permodalan masih perlu diperbaiki
bagi BTN. Tujuannya, agar BTN bisa meningkatkan daya saing dan
memiliki biaya dana atau cost of fund (COF) yang baik.
Asal tahu saja, permodalan BTN akan semakin kuat, bila rencana rights
issue bisa berjalan dengan lancar. Kementerian Keuangan (Kemenkeu)
akan mengalirkan dana penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 2,48
triliun pada aksi korporasi ini. Sedangkan publik sebanyak Rp 1,65
triliun.
Rionald Siahaan menyatakan pada saat ini, rasio kecukupan
modal (capital adequacy ratio) CAR tier 1-BTN hanya berada di level
12,6% pada kuartal kedua 2022.
Padahal rata-rata bank lain sudah berada di atas 20%. Dalam memenuhi
kebutuhan modalnya, BTN menggunakan utang dengan biaya yang tinggi
sehingga CAR tier-2 mencapai 4,6%, sedangkan rata-rata bank lain kecil
dari 2%. “Terdapat potensi penurunan CAR akibat meningkatnya ATMR
kredit BTN sebesar Rp 58 triliun menjadi Rp 168 triliun atau setara
penurunan sebesar 4,7% menjadi 12,6%,” jelasnya seperti ditulis
kontan.
Ia menyatakan rights issue ini akan memperkuat CAR tier-1
BTN sehingga total CAR di 2025 dapat terjaga di atas 15,4% untuk
menjalankan fungsi BTN sebagai bank penyalur KPR subsidi pemerintah.
Lalu, akan memperkuat penyaluran KPR BTN dengan target 1,32 juta unit
rumah selama 2022 sampai 2025. (diah).
