Jakarta, hariandialog.co.id.- Bisnis layanan pengiriman uang dari dan
ke luar negeri atau remitansi di bank pelat merah tumbuh cukup
menggembirakan. Peningkatan transaksi mendorong pendapatan berbasis
komisi dan biaya atau fee based income tumbuh solid.
Salah satunya ditorehkan PT Bank Mandiri Tbk. Bank pelat
merah ini mencatat transaksi remitansi hingga Oktober 2022 tumbuh
sekitar 6% dengan volume transaksi meningkat 37% secara tahunan.
“Seiring dengan semakin membaiknya situasi pandemi di seluruh dunia
dan bertambahnya kerjasama Bank Mandiri dengan partner-partner
remittance baru, menyebabkan pertumbuhan transaksi remitanis terus
meningkat,” kata SVP Retail Deposit Product And Solution Group Bank
Mandiri Evi Dempowati pada Kontan.co.id, Jumat (11-11-2022).
Evi mengatakan, koridor yang paling besar menyumbang
transaksi remitansi Bank Mandiri berasal kawasan Timur Tengah dan
Amerika Serikat (AS).
Pertumbuhan transaksi tersebut mendorong pendapatan atau fee based
income yang didapat perseroan dari bisnis ini meningkat 10% secara
tahunan.
Namun, Evi tak merinci nilainya. Hanya saja per September
2022, Bank Mandiri melaporkan membukukan pendapatan terkait dengan
adaministrasi simpanan dan remintansi sebesar Rp 2,73 triliun atau
tumbuh 11,1% dari periode yang sama tahun lalu.
Untuk mendorong peningkatan transaksi ke depan, Bank Mandiri
sudah meluncurkan fitur bagi PMI yg memungkinkan buka rekening dan
manfaatkan semua fitur livin dari luar negeri. Dengan adanya akses
fitur Livin dari luar negeri ini, Bank Mandiri memproyeksikan
penambahan jumlah aplikasi rekening baru dari nasabah luar negeri
meningkat lebih dari 20% yang pastinya akan mendorong pertumbuhan
remitansi yang ditargetkan akan tumbuh 10% tahun depan.
“Transformasi digital Bank mandiri tetap terus berlangsung
dan salah satu fitur baru yang akan dikembangkan di Aplikasi Mobile
Apps Livin’ By Mandiri adalah fitur transaksi Remittance,” pungkas Evi
seperti ditulis kontan. (diah)
