
Majalengka, hariandialog.co.id – Kegiatan Milad ke 105 tahun 2023 Persatuan Umat Islam (PUI) bertempat di Madrasah Darul Ulum Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat, pada Jumat kemarin dihadiri Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Mabes Polri, Komisaris Jenderal Polisi. H. Ahmad Dofiri, mewakili Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang sekalìgus sebagai pemateri Dialog Kebangsaan.
Hadir pula Kapolda Jabar, Irjen Pol Suntana , Bupati Majalengka, H.Karna Sobahi, Kapolres Majalengka AKBP Edwin Apandi,Forkopimda, pengurus DPP PUI se Indonesia serta tokoh PUI Majalengka dan undangan lainnya.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Umat Islam (PUI) H. Nurhasan Zaidi mengungkapkan bahwa selama 105 tahun, PUI teruji membangun soliditas, menguatkan Amal Jama’i, dan mengibarkan panji Intisab.
“PUI akan terus komitmen berkontribusi membangun ummat dan bangsa, sebagaimana kiprahnya jauh sebelum Republik Indonesia ini berdiri. PUI concern membangun jiwa, fikrah dan raga dengan nilai-nilai pengetahuan
“Karena, kita yakin bahwa tidak mungkin NKRI tegak tanpa adanya keseimbangan tersebut. Keseimbangan akan lahir dan terbentuk ketika konsepsi Madrosatuna Markazuna PUI terwujud.,” kata Zaidi
Ketua Majelis Syuro PUI H. Ahmad Heryawan menyerukan agar setiap kader PUI, dengan tangan dan pikiran terbuka harus terus konsisten dan tegar, menjaga serta membawa visi membangun bangsa. “Seperti yang dicontohkan oleh para pendiri,” ujar Aher
Bupati Majalengka. H. Karna Sobahi,mengapreasiasi kegiatan Milad PUI ke – 105 dengan menggelar dialog kebangsaan yang menghadirkan Kabag Intelkam Polri Komjen Ahmad Dofiri.
” Pendiri PUI yang lahir di bumi Majalengka menjadikan spirit buat kita semua untuk terus memberikan kontribusi bagi dunia keagamaan dan pendidikan di Kabupaten Majalengka, ” ungkap Bupati yang juga mantan Ketua PUI Majalengka.
Sementara itu,Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Mabes Polri, Komisaris Jenderal Polisi H. Ahmad Dofiri mengatakan bahwa wawasan kebangsaan harus dipahamkan kepada masyarakat melalui tokoh-tokohnya. “Bahwa wawasan kebangsaan yang religius menjadi pondasi yang kokoh menjamin harmoni damai kehidupan bermasyarakat, Agama dalam mengamalkannya agar tidak bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
“Berikan edukasi pada masyarakat pentingnya wawasan kebangsaan dan wawasan keagamaan. Sikap wawasan kebangsaan yang religius dalam kehidupan bersama di masyarakat sehingga tidak selalu menjadikan perbedaan pendapat dan keyakinan sebagai alat untuk melakukan tindakan yang meresahkan,” kata pati Polri ini yang juga mantan Kapolda Jawa Barat tersebut. (ayub/otoy)
