Jakarta, hariandialog.co.id.- Kementerian Pertanian (Kementan)
mencatat sedikitnya ada 811 ribu petani baik milenial maupun petani
berusia tua yang sudah mengakses dan menggunakan kredit usaha rakyat
(KUR) untuk menjalankan usaha taninya.
Lebih detail, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM
Pertanian Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan, dari sekitar 546 ribu
petani milenial yang dibina Kementan, sebanyak 140 ribu petani sudah
mampu menggunakan KUR dengan baik. Total plafon KUR yang diserap
mencapai Rp 6,57 triliun.
Untuk petani usia tua dari total yang mendapatkan
pelatihan 6,7 juta petani, sedikitnya ada 671 ribu petani sudah
mengakses KUR dengan total kredit lebih dari Rp 40 triliun.
Bila dikalkulasikan, total petani yang sudah menggunakan
KUR mencapai 811 petani dengan nilai kredit mencapai lebih dari Rp 46
triliun. “Ini pencapaian yang luar biasa. Dua tahun lalu saat kita
memulai pertama kali pelatihan, ada yang bertanya apa dampaknya? Ini
dampaknya,” kata Dedi dalam konferensi pers di Bogor, Jawa Barat,
Senin (13-03-2023) tul;is repbulika.
Seperti diketahui, sejak dua tahun terakhir, Kementan
mulai menggelar berbagai pelatihan bagi petani maupun penyuluh
pertanian untuk meningkatkan kemampuan manajemen usaha. Hal itu baik
dari sisi budi daya, manajemen usaha, hingga penggunaan kredit
perbankan. “Dampak selanjutnya dari KUR ini adalah pembangunan
pertanian kita bisa berjalan baik meskipun kita dihantam oleh
Covid-19,” kata dia.
Dedi menyebut, total jumlah petani dan penyuluh yang
telah dilatih melalui berbagai pelatihan sudah mencapai 10,2 juta
orang. Tahun ini, pihaknya pun kembali menggelar Pelatihan Sejuta
Petani dan Penyuluh dengan target peserta 1,8 juta orang, pelatihan
akan fokus pada manajemen penggunaan pupuk organik. (dika).
