Banten, hariandialog.co.id. – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan
Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman, Kabupaten Pandeglang. Sebanyak 11
dari 13 santri yang mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan
Islam Negeri (UMPTKIN) 2026 dinyatakan lolos.
Pengumuman hasil UMPTKIN 2026 disampaikan pada Selasa,
30 Juni 2026. Para santri yang dinyatakan lolos berhasil menembus
sejumlah perguruan tinggi Islam negeri ternama di Indonesia. Mereka
diterima di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta,
UIN Sunan Gunung Djati Bandung, hingga UIN Sultan Maulana Hasanuddin
Banten.
Capaian itu melanjutkan tren positif yang sebelumnya juga
diraih para santri Darul Iman melalui jalur Ujian Tulis Berbasis
Komputer (UTBK) 2026.
Pada pengumuman yang dirilis akhir Mei 2026, sebanyak 11 dari
13 peserta UTBK asal Darul Iman juga berhasil lolos ke berbagai
perguruan tinggi negeri.
Mereka diterima di sejumlah kampus favorit, seperti
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sultan Ageng
Tirtayasa (Untirta), Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika),
serta Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan RI di Yogyakarta dan
Banten.
Pimpinan Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman, Dr. KH Dede
Permana, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari
proses pembinaan yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan.
“Kami telah menyiapkan strategi sejak awal tahun ajaran. Para santri
dibekali dengan bimbingan belajar persiapan UTBK bersama instruktur
berpengalaman dari lembaga bimbingan belajar profesional. Uji coba
ujian atau try out juga dilakukan sebanyak tiga kali,” Tutur Kyai
Dede, Selasa, 30 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pesantren juga menghadirkan berbagai
narasumber untuk meningkatkan motivasi para santri. Mulai dari alumni
yang telah sukses, motivator, hingga psikolog dilibatkan agar para
peserta memiliki kesiapan akademik sekaligus mental saat menghadapi
seleksi masuk perguruan tinggi.
Menurut Kyai Dede Permana yang juga merupakan dosen tetap di
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, program pendampingan masuk
perguruan tinggi negeri mulai dijalankan secara serius sejak 2022.
Program tersebut semakin berkembang setelah mendapat dukungan dari
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada 2023, tulis viva. (opik-01)
