Depok, hariandialog.co.id – Operasi Zebra adalah sebutan dari kegiatan yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan pemeriksaan surat-surat mengemudi dari para pemakai mobil dan motor dan menindak pelanggaran lalu lintas. Operasi tersebut mengambil nama dari Jalur/Perlintasan Zebra, salah satu fitur dari jalan raya.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri juga mengumumkan telah mengadakan Operasi Zebra selama dua pekan. Korlantas Polri memberlakukan Operasi Zebra 2023 pada 4 hingga 17 September 2023. Operasi Zebra yang diadakan Korlantas Polri itu berlaku serentak di seluruh Indonesia.
Hal tersebut seperti terlihat Dialog di wilayah Kota Depok tepatnya gerbang Masuk kawasan GDC Depok, masih banyak masyarakat di Kota Depok yang tidak taat peraturan berlalu lintas. Terbukti dengan banyaknya yang terjaring razia di hari pertama pelaksanaan operasi Zebra Jaya 2023 tersebut yang dilakukan Jajaran Polres Metro Depok, TNI, dan Dishub, Selasa (19/09/23).
Adapun yang menjadi sasaran dari operasi tersebut yakni para pengendara yang tidak menggunakan self belt, helm, kelengkapan dokumen, penggunaan telepon genggam aat berkendara, bonceng tiga, dan pengendara di bawah umur.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyiapkan 2.939 personel pada gelaran Operasi Zebra 2023, yang digelar mulai 18 September sampai 1 Oktober 2023.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suyudi Ario Seto mengatakan, terdapat 1.349 personel dari Satuan Tugas Daerah. Sedangkan 1.590 dikerahkan dari Satuan Tugas Polres. “Operasi ini melibatkan personel dari Satuan Tugas Daerah yaitu 1.349 personel, dan dari Satuan Tugas Polres itu 1.590 personel,” ujar Suyudi, di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/09/2023).
Suyudi mengatakan, operasi ini menjunjung tinggi disiplin masyarakat dalam berkendara.”Operasi ini bertujuan meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,” ujarnya.
Selain itu, operasi ini juga bertujuan menunrunkan angka kecelakaan di Ibu Kota. “Selanjutnya adalah menurunkan angka kecelakaan,” ujarnya.(Rizky)
