
MAJALENGKA,hariandialog.co.id -Anak perempuan berusia 4 tahun bernama Melati(samaran) warga Blok Senin RT 02, RW 02 Desa Mandapa Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka-Jawa Barat diduga telah dicabuli seorang oknum aparat desa mandapa hingga mengalami terauma bahkan sekarang kejadian tersebut telah di laporkan.ke Polsek Dawuan hingga ke Polres Majalengka melalui unit PPA pada ahir bulan Agustus 2023.kata Otong
Menurut Ustadz Abdul Hadi alias Otong saat di hubungi ,menceritakan adanya kejadian pada sekitar Juni 2023 siang hari, menemukan anak bungsunya itu menangis dan menahan kesakitan dengan tubuh tertatih tatih sambill memegang kemaluannya.
Melihat tingkah laku anak berumur 4 tahun yang tidak biasanya seperti itu,Kemudian di gendong dan di buka celana anaknya, “ ternyata kelamin anaknya rusak, saya kaget dan tidak tega melihatnya,” ujar Ustad paruh baya saat di hungi Dialog .
Untuk mencari tahu penyebabnya apa yang telah terjadi, saya sering menanyakan kepada anak apa penyebabnya karena terus menangis menahan kesakitan,lalu di bawa ke sakolah untuk di tujukan kepada para guru TK, sekaligus bermusyawarah,dan setelah para guru TK melihat alat vitalnya anak.kecil itu rusak semuanya kaget
Setelah di bujuk rayu anak ke 3 itu Akhirnya menjawab, itu di lakukan oleh orang yang suka ke bale desa hingga kemaluanya berdarah. Setelah mendengar pengakuan itu saya kaget dan bingung apa yang harus dilakukan.aku Ustadz Otong sambil meneteskan air mata.
Setelah berunding dengan istrinya melihat kondisi kesehatan anaknya, shock selama beberapa minggu sering menangis menahan kesakitan terutama bila mau kencing, tidak tega melihatnya
,
Akhirnya,dibawa ke Bidan Imas di Desa Baturuyuk dan pernyataan Bidan Imas putrinya itu alat vitalnya rusak diduga karena dicabuli orang dewasa” tegas ustadz otong lagi.
Lalu Bidan Imas menyarankan agar anaknya segera dibawa ke dokter yang ada di Puskesmas Balida. Berdasarkan saran dari Dr Puskesmas Balida,anaknya harus di bawa ke RSUD Cideres untuk menjalani test visum.
Otong menyayangkan kepada Pemdes Mandapa tidak.pernah menengok datang ke rumah termasuk.kepala desanya di hawatirkan.melindungj anak buahnya.”ke inginan saya pemdes mandapa itu datang ke sini menanyakan.kondisi anaknya padahal sudah tau rame.di.publik bahkan sudah masuk berita, jadi hawatir melindungi bawahanya” kata ketua yayasan bani abdin dengan nada sedih.
Sementara itu Kepala Desa mandapa Cucu Hasan Nugraha.ST saat di hubungi mengaku sudah tau bahwa dirinya dianggap melindungi.perangkat desa yangi melakukan dugaan pencabulan anak di bawah umur,kata Cucu” ya sudah tau saya dianggap melindungi perangkat desa oleh orang tua koraba padahal tidak pernah melindugi nyatanya saat diundang hadir oleh unit PPA polres majaleng dua orang prangkat desa hadir”akunya
Dikatakanya,saya menyuruh hadir jika di undang oleh polisi harus kopratif jika di mintai keterangan oleh penyidik jangan berbelit-belit bahkan kalau benar terbukti melakukan dugaan pencabulan misalnya di tetapkapkan sebagai tersangka bisa saja di non aktifkan prangkat desa itu, tidak benar jika saya di anggap melindungi prangkat desa, perlu di ketahu saat kejadian prangkat dssa itu sedang di luar mandapa lagi mengikuti parade di Majalengka lihat saja siapa sebenarnya yang melakukan dugaan pemcabulan itu kepda anak di bawah umur saya tidak tahu begitu juga orang tua korban belum.pernah melaporkan adanya kejadian itu kepda saya selaku kepala desa padahal saya menunggu lapaoranya.
Namun sekarang sedang ditangani.oleh pihak unit PPA Polres Majalengka tunggu saja hasil.penyelidikanya siapa yang.melakukanya.ujar Cucu dengan nada santai.(Ayub)
