Lubukpakam, hariandialog.co.id. – Penumpang pesawat yang akan terbang dari Bandara Kuala Namu, Lubuk Pakam, Medan, mengeluh atas udara tidak nyaman alias panas.
“Maaf panasnya di bandara ini semua dari pengelola air port. Jadi setiap hari demikian panasnya udara di bandara ini. Kami para pelayan pedagang di bandara ini sudah mengeluhkan tidak adanya AC. Tapi tidak ditanggapi,” kata beberapa pelayan di bandara ini,” ungkap beberapa pelayan toko dan restauran
Kami, lanjut para pelayan, bukan hanya udara panas tapi tidak nyaman karena sirkulasi udara tidak baik. “Coba seperti inilah panasnya udara setiap saat dan belum pernah dingin ssperti sebelum sebelumnya. Kami tidak mengerti apakah aliran listrik dikurangi atau memang mesin ganset tidak berfungsi sama sekali,” lanjut para pelayan toko itu.
Tapi, aku para pelayan itu, tidak tau apakah hanya yang ada di lantai atas di tempat keberangkatan panas udara tidak tahu kalau yang di ruang tunggu dibawah. Maklum para pelayan restauran dan pedagang oleh oleh tidak pernah turun ke bawah. “Jadi masalah udara dibawah di ruang tunggu tidak tau apakah seperti di atas,” ujarnya.
Pernyataan para pelayan akan panasnya udara di bandara kuala namu karena protes dari penumpang pesawat yang keberangkatan malam (12-05-2024l jurusan Jakarta. “Aduh panasnya udara bandara ini, kayak neraka ” kata calon penumpang peswat Citilink.
Saat terkait panasnya udara di ruang lantai 2, bandara Kuala Namu, beberapa petugas berpakaian biru tidak ada yang mau memberi statman atuapun pernyataan. “Silakan besok dipertanyakan kepada managemen bandara.sekarang sudah tidak ada ditempat,” aku beberapa petugas di lantai 2 Bandara Kuala Namu. (horas)
