

Deli Serdang,Sumut, hariandialog.co.id.– Panen raya dilahan percontohan Dinas Ketahanan Pangan Holtikultura UPTD Induk Benih Padi Tanjungmorawa Deliserdang Sumatera Utara, Senin (3/2/2025) sukses dengan hasil memuaskan .
Hasil panen padi di lahan 1 Rante yang cukup memuaskan dengan hasil mencapai 220 Kg setelah dilakukan penimbangan. Hal setelah menggunakan pupuk S-Vit Tabur, S-Vit Cair dan pupuk Tabita Fungsi Ganda, sementara yang memakai pupuk konvensional seperti TSP, Urea, Ponska dan pupuk lainnya hanya menghasilkan panen hanya 190 Kg dilahan sama.
Sementara dari padat bulir terlihat jauh lebih padat jika memakai pupuk S-Vit Tabur, S-Vit cair dan Tabita Fungsi Ganda.
Hal itu dikatakan Kabid Produksi UPTD Benih Induk Padi, Agus Sahputra Siregar SP usai melakukan panen raya tersebut dilahan lahan percontohan.
Hidayat unit bagian lahan percontohan/ demplot menyebutkan cara pemakaian Pupuk S-Vit tabur, pupuk pelengkap Vit cair dan dan Tabita fungsi ganda di tanaman padi.
Dijelaskannya, untuk pemakaian pupuk S-Vit untuk areal taman padi seluas 1 Rante, digunakan pupuk S-Vit Tabur cair ketika usia padi 21 hari (3 Minggu). Pemakaian Pupuk ini harus dicampur pupuk urea, baik subsidi maupun non subsidi untuk seluas 1 Rante di lahan demplot cukup pakai pupuk urea 10 kg dicampur PPK S-Vit 2 kg .
“Dicampur diaduk dengan rata lalu ditabur ke lahan demplot tersebut,” kata Hidayat.
Masih kata dia, setelah pemupukan tadi, 3 hari kemudian dilakukan penyemprotan pupuk S-Vit cair, 4 tutup per tanki dicampur dengan Tabita fungsi ganda dan ditambah racun hama digabungkan, lalu disemprotkan ke lahan padi itu. Seperti itulah untuk pemupukan perlakuan pertama .
Kemudian untuk Pemupukan kedua, memakai pupuk urea 20 Kg dicampur pupuk S-Vit Tabur ketika padi usia 40-45 hari kemudian ditaburkan kelahan padi. Tiga 3 hari kemudian disemprotkan PPC dengan nama pupuk S-Vit cair dicampur dengan pupuk Tabita fungsi ganda 4 tutup per tanki dan pupuk S-Vit cair 4 tutup per Tanki dan dicampur pupuk racun cair dan disemprotkan ke lahan padi. Ini pemupukan perlakuan kedua.
Setelah perlakuan pemupukan kedua, dilanjutkan dengan pemupukan ketiga hanya memakai pupuk PPC S-Vit cair dan PPC Tabita fungsi ganda, ketika padi umur 60-65 hari, ataupun diwaktu padi bunting dan bulir keluar satu satu dan jangan lupa menggabungkan racun hama, tergantung merek sesuai selera yang biasa dipakai, yang pungsinya membunuh hama tanaman.
Demikianlah proses perlakukan pemakaian pupuk S-Vit Tabur, S-Vit cair dan pupuk Tabita fungsi ganda untuk penanaman padi untuk satu musim tanaman.
Selain itu pupuk S-Vit tabur bisa digunakan untuk segala jenis tanaman seperti tanaman kopi, coklat,tanaman jagung, kelapa sawit dan termasuk tanaman holtikultura lainnya.
Hidayat juga mengimbau Kepada masyarakat Sumatera Utara , untuk mengunakan pupuk S-Vit Tabur, S-Vit cair dan Tabita Fungsi Ganga dan NPK S-Vit yang diproduksi CV Tabita Jaya Medan yang diproduksi sejak tahun 1996 untuk meningkatkan produksi panen padi, dibandingkan dengan pupuk konvensional lain, karena hemat biaya, hemat tenaga kerja.
Panen perdana tadi dilahan Ketahanan Pangan dan Holtikultura UPTD Benih Induk Padi Tanjung Morawa Deliserdang turut dihadiri sejumlah masyarakat, Direktur CV Tabita Jaya, Agustinus Ketaren Amd,Sth, dan kepala UPT Balai Benih Induk Padi, Ir Joni Hakim Purba MP diwakili, Agus Sahputra Siregar SP MP selaku Kasi Produksi dari akademisi Potensi Utama, Dr Isma Juliani.(Emmar)
Medan 3-2-2025
E Pasaribu
