
Majalengka,hariandialog.co.id – Longsor akibat pergerakan tanah terjadi di Kampung Cibeurih Desa Bantarujeg Kecamatan Bantaruje, Kabupaten Majalengk, Provinsi Jawa Barat mengakibatkan akses jalan menuju jalur Bantarujeg-Malausma tembusan Kecamatan Lemah Sugih tertimpa tanah tebing ketinggian sekitar 15 meter, akibat curah hujan sangat tinggi yang mengguyur daerah wilayah Bantarujeg dan sekitarnya, baru-baru ini.
“Sehingga akses jalan tidak dapat dilalui oleh kendaraan baik kendaraan besar maupun kecil,” kata tokoh agama yang juga Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Majalengka, Drs. KH.Dedi Mulyadi saat dihubungi melalui saluran teleponya.
Menurut kyai Dedi, longsor terjadi Minggu sekitar pukul 20.00 wib dan menurut informasi ada beberapa rumah warga sekitarnya yang tertimpa longsor, namun tidak mendengar adanya korban jiwa. “Kami mengharapkan pihak Pemerintah Kabupaten Majalengka segera mengecek dan memperbaiki jalan kabupaten ini, berhubung bukan jalan mati, akan tetapi jalan hidup supaya akses perekonomian masyarakat bisa kembali normal tanpa ada waswas dan cemas,” kata Dedi.
Dedi menambahkan dengan pebaikan yang dilakukan natinya maka aktivitas wilayah Malausma dan sekitarnya bisa kembali normal. “Kepada Kepala Dinas PUTR Kabupaten Majalengka segera turun ke lapangan untuk segera memperbaiki jalan sehingga tidak mengkhawatirkan warga sekitarnya dan tidak membahayakan. Kasihan masyarakat supaya secepatnya normal kembali akses jalanya dan tebing yang longsor segera diperbaiki dan membuat tembok penahan tebing (TPT) supaya masyarakat tak ada kekhawatiran,” ujar kyai yang berkantor di Sukajai ini kepada Dialog.
Sementara Kepala Dinas PUTR Kabupaten Majalengka H.Agus Tamim.ST melalui Sekdis H.Yana Ruhyana.ST saat dikonfirmasikan mengaku belum tahu dan belum ada informasi. “Tunggu saja akan menghubungi Kepala UPTD PUTR Kecamatan Bantarujeg,” katanya. Namun setelah ditunggu-tunggu tidak kunjung ada informsi sepatah katapun alias tidak memberi kabar lagi hingga berita ini diturunkan. (ayub)
