Taput-hariandialog.co.id.
Itu dikarenakan sebanyak 148 warganya terkonfirmasi positif covid-19 usai dilakukan test PCR Swab hasil tracking.
Penutupan akses keluar masuk tersebut setelah Satuan Gugus Tugas Covid 19 Kecamatan Garoga melakukan rapat dengan berbagai elemen tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Camat Garoga, Budiarjo Nainggolan via selular, Rabu (19/5) 2021 menuturkan, awalnya segenap pegawai Kantor Camat melaksanakan Swab Test, dan hasilnya terdapat 14 terkonfirmasi positif Covid 19. Dari 14 yang terkonfirmasi positif dilakukan tracking ditemukan 148 warga terkonfirmasi dengan kondisi OTG (orang tanpa gejala).
“Karena prosedurnya bila ada warga terkonfirmasi Covid 19 tanpa gejala diwajibkan isolasi mandiri, nah karena jumlahnya ratusan berada satu wilayah kita putuskan membatasi akses keluar masuk dusun Hutagurgur selama 14 hari,”ungkapnya.
Tujuannya sebut Budiarjo, agar pihaknya terkonsentrasi serta fokus memonitoring serta memutus mata rantai penyebaran di wilayah Garoga secara khusus.
“Setelah rapat dengan mengundang tokoh agama dan masyarakat untuk ibadah Minggu selama kurun 14 hari dilakukan di rumah dan telah disepakati penetua Gereja HKI, HKBP dan GPDI,”paparnya.
Terkait kebutuhan pangan selama isolasi mandiri, kata dia, pihaknya telah berkordinasi dengan Kepala Desa agar Dana Desa dianggarkan untuk Sembako berupa Telur, Susu, Minyak Goreng, Gula dan vitamin dari Puskesmas.
“Kalau Beras, karena Dusun tersebut punya stok tidak diberikan bantuan dan karena jumlahnya cukup banyak yang terkonfirmasi kita akan menggalang dana spontanitas,” jelasnya
Walaupun dilakukan pembatasan akses keluar masuk, namun warga dibolehkan bekerja di lahan pertaniannya.
“Karena lahan pertanian mereka terkonsentrasi di dusun tersebut kita perbolehkan bekerja di ladang namun tetap menjaga protokol kesehatan,” katanya.
Bila mereka menjual hasil panen ataupun ada kebutuhan membeli pupuk, Gugus Tugas yang langsung mengantarkan ataupun menjual.
“Sistemnya bila pupuk mau dibeli di telepon ke agen dan kita antarkan langsung ke depan rumah mereka. Sama juga bila mereka hendak menjual hasil komoditi pertanian, jadi kita fasilitasi semua selama isolasi mandiri,” urainya.
Terkait pemberian bantuan Sembako, Gugus Tugas dibantu TNI/POLRI bekerjasama baik itu membuat portal di pintu masuk serta menyalurkan Sembako dengan protokol kesehatan.
“Sembako kita salurkan di tempat terbuka dengan protokol kesehatan dan juga pemberian vitamin. Kami berharap seluruh warga nantinya sehat selama menjalani masa isolasi mandiri,”pungkasnya.( Emmar )
