Maluku Utara, hariandialog.co.id.-Merespons viralnya video itu, Nazla Kasuba mengaku keberatan dan
mempertanyakan pihak yang menyebarluaskan rekaman tersebut.
Putri kedua mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, itu
bahkan mengaku telah mengambil langkah dengan melaporkan persoalan
tersebut ke bidang siber.
“Saya sudah melaporkan ke bidang cyber dan berharap masalah ini
ditindaklanjuti,” ujar Nazla dalam keterangannya.
Tak hanya mempersoalkan penyebaran video tersebut, Nazla juga
menyoroti kemunculan logo yang menurutnya identik dengan Gubernur
Sherly Tjoanda pada bagian akhir video yang beredar.
Ia mengaku khawatir keberadaan logo tersebut dapat memunculkan
persepsi tertentu di tengah masyarakat.
Menurut Nazla, persoalan ini tidak semata menyangkut dirinya secara
pribadi, tetapi juga berpotensi memengaruhi hubungan antara lembaga
legislatif dan eksekutif di Maluku Utara.
Karena itu, ia berharap permasalahan tersebut dapat ditelusuri secara
objektif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas.
Ia menilai penting untuk menjaga hubungan kerja yang harmonis antara
DPRD dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, terutama dalam menjalankan
fungsi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait pihak yang pertama kali
merekam maupun menyebarluaskan video tersebut.
Demikian pula belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Gubernur
Sherly Tjoanda mengenai dugaan keterkaitan logo yang dipersoalkan
Nazla dalam video viral tersebut.
Polemik ini menambah daftar perdebatan publik terkait etika penggunaan
telepon genggam oleh pejabat publik saat menghadiri forum resmi.
Di sisi lain, kasus tersebut juga membuka diskusi mengenai penyebaran
konten digital dan batas-batas privasi dalam ruang publik yang
melibatkan pejabat negara saat menjalankan tugas kedinasan, tulis
tribune. (awa-01)
