
Foto-Astel Kejati Jabar
Jakarta,hariandialog.co.id.- Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Astel Kejati Jabar), Zullikar Tanjung SH.MH., pelaku pengusiran secara arogan empat orang wartawan di acara pembukaan Rakernas Kejaksaan RI, pada Senin (8/1/2024) di Hotel Aston Sentul- Bogor,Jawa Barat, rupanya senang ‘mengoleksi’ tanah.
Dimana dari total asetnya seniai Rp 3.603.517.226., sesuai dengan yang dilansir melalui Pengumuman: Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK pada 4 April 2023/periodik 2022, dan Pengumuman tersebut telah ditempatkan dalam media pengumuman resmi KPK, terdapat 13 bidang tanah milik (aset) Zullikar Tanjung.
Pada lembaran pengumuman resmi KPK tersebut, 11 bidang tanah milik Astel Kejati Jabar saat ini yang berada di sejumlah tempat atau kabupaten, seperti Deli Serdang,Rantau Prapat, Tapanuli Selatan (Tapsel), Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Bekasi-Jawa Barat, dimiliki atas hasil sendiri.
Sedangkan 2 bidang tanah yang masing -masing berada di Kota Rantau Prapat seluas 240 m2, dan berada di Kots Depok, seluas139 m2 adalah aset dari Zullikar Tanjung yang bersumber dari warisan. Jadi hampir Rp 2 miliar lebih asset Zullikar Tanjung adalah berupa tanah.
Mengusir secara Arogan Wartawan
Perlu diberitahukan bahwa tindakan arogan dari Zullikar Tanjung yang saat ini menjabat Astel Kejati Jabar itu terjadi pada pembukaan Rakernas Kejaksaan RI, Senin (8/1/2024) di Hotel Aston Sentul Bogor,Jawa Barat. Dimana Rakernas Kejaksaan itu dimulai dari Senin hingga Kamis (8-11/12024).
Awalnya, empat orang wartawan diantaranya, Kuncir dari Dialog, Sofyan Hadi dari matafakta.com dan Amri Siregar dari beritaglobal-indonesia.com yang tadinya duduk di tempat parkir motor P1 sekitar pukul 15.15 WIB berjalan secara bersama-sama menuju gedung tempat dilakukannya Rakernas di sebalah kanan dari pintu masuk Hotel. Namun tiba-tiba Astel Kejati Jabar tersebut, saat wartawan tiba di depan gedung menanyakan; “Dari Mana?”. Atas pertanyaan tersebut, Amri Siregar dengan polos menjawab; “Dari wartawan anggota Forwaka.” Entah kenapa Astel Kejati Jabar ini langsung mengusir keempat wartawan dengan nada sedikit meninggi; “Tolong, silahkan meninggalkan tempat ini dan keluar dari lokasi karena acara ini belum bisa dimasuki wartawan,” katanya seraya memanggil beberapa petugas jaksa yang bertugas di sana untuk mengusir wartawan.
“Namun yang disuruh tidak mau mengusir wartawan,dan hanya melihat wartawan. Kemudian Astel tersebut memandangi dengan sinis wartawan, sehingga keempat wartawan-pun bersepakat untuk meninggalkan lokasi dan kembali menuju tempat parkir motor.
Anehnya, saat wartawan duduk di tempat parkir motor seraya menunggu redah hujan, Astel Kejati Jabar tersebut rupannya mengikuti wartawan dari belakang secara diam-diam. Selanjutnya dia memberikan perintah kepada 3 anggota TNI yang bertugas jaga di sana untuk mengusir wartawan. “Kemudian dua orang anggota TNI tersebut menghampiri wartawan, dan salah seorang diantaranya dengan persuasif mengatakan; tolong pak, agar tempat ini ditinggalkan.”.(Het)
