Jakarta, hariandialog.co.id.- Parkir di bandara Internasional
Soekarno – Hatta, Jakarta di Tangerang, Banten, sepertinya kurang
tertib dan tertata terkait parkir baik di tempat parkir umum maupun di
penginapan.
“Yah, saya bayar pakir cukup mahal kemarin itu. Tidak bisa
berbuat apa apa karena bukti struk pembayaran tidak keluar dari mesin.
Begitu juga di layar di mesin tempat pembayaran tidak terlihat ada
lama parkir dan biaya yang dikenakan penguasa atau pengelola parkir,”
kata Tobing kepada putranya yang duduk disamping kemudi mobilnya.
Tobing yang bepergian ke Yogyakarta dalam rangka
menghadiri acara resepsi pernikahan di daerah Bantul, berangkat dengan
pesawat Batik dan tiba di terminal 2 D, sekitar pukul 04.30, pada
Sabtu, 24 Januari 2026. Dan ini seingatnya karena karcis masuk
terminal tidak ada keluar dari mesin di pintu masuk parkir. “Yah kita
tadi pagi masuk ke area parkir ini sekitar pukul 04.30 ya,” kata
Tobing dan diyakan Putranya sambil mengingat-ingat waktu tiba di
bandara.
Sewaktu pulang dari Yogjakarta dan turun hingga ke tempat
parkir kendaraan sekitar pukul 19.05. Saat dilakukan pembayaran dengan
menggunakan uang elektronik dari Bank Mandiri alias E-toll, tidak
terlibat berapa lama dan berapa pembayaran. Pasalnya, tidak ada struk
keluar dari mesin begitu juga tidak ada tayangan di mesin pintu keluar
seperti di Mall atau di Jalan Toll. Sehingga tidak dapat diketahui
berapa lama dan kelipatan perjam tidak ada tanpak.
Namun, setelah diperjalanan di pintu toll pembayaran
Kapuk, jumlah uang yang ada di E-toll (Bank Mandiri – E-money) dari
sebelumnya saat masuk isinya Rp.414.000 dan setelah dibayarkan di toll
kapuk dengan biaya Rp.19.500 dan terlihat sisa uang yang ada di
E-Monye alias E-toll hanya Rp.204.500.- yang artinya biaya parkir
mulai dari pukul 04.30 hingga pukul 19.05 sebesar Rp.190.000.
Begitu juga, beberapa waktu yang lalu dan beberapa kali,
Tobing, menitipkan kendaraan di penginapan parkir di Shuttle Inap I,
juga tidak pernah ada struk pembayaran dari mesin yang keluar.
Begitu juga di mesin pembayaran di pintu keluar tidak ada
struk. Dan memang saat masuk tidak ada keluar struk tiket masuk karena
sudah menggunakan mesin otomatis yang hanya menerima pembayaran non
tunai yang artinya harus menggunakan uang elektonik. Jadi ketika mau
keluar dipintu terdengar dari mesin “tempelkan uang elektronik anda”
“Tempelkan Uang Elektonik Anda” dan ini terdengar dari mesin berkali
kali hingga para pengemudi menempelkan uang elektroniknya dan baru
plang penutup naik dan mempersilakan kendaraan keluar dan ada ucapan
selamat jalan.
Apakah ini disengaja pengelola parkir bandara Soekarno
Hatta atau memang mesin pembayaran demikian. Semoga menjadi perhatian
pemerintah atau instansi yang berwenang untuk penertiban penerimaan
uang parkir. (bing).
