Jakarta, hariandialog.co.id- — Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP)
Sakti Wahyu Trenggono mengaku dirinya pingsan saat melepas jenazah
tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang jadi korban
kecelakaan pesawat ATR 42-500 karena kelelahan.
Hal itu disampaikan Trenggono lewat unggahan di akun Instagram
pribadinya @swtrenggono. “Saya dalam kondisi baik-baik saja,
Alhamdulilah observarsi dokter menyatakan tak ada masalah, hanya
kelelahan,” kata dia dalam keterangan unggahan di akun Instagramnya,
dikutip Minggu.
“Seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik
tetapi mental karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah
kecelakaan pesawat ATR 42-500,” sambungnya.
Trenggono mengaku sebagai orang nomor satu di Kenenterian KKP
dirinya tetap bersama rekan sejawatnya meski tengah mendampingi
Presiden Prabowo Subianto lawatan ke luar negeri. “Walau tengah
menjalankan tugas negara mendampingi Presiden di London dan Davos,
sebagai komandan di KKP saya selalu bersama pasukan baik suka dan
duka, menjadi inspektur upacara bagi mereka yang berpulang adalah
wujud pendampingan terakhir,” ujarnya.
Masih dalam unggahannya, Trenggono mengatakan Prabowo
juga telah menelepon dirinya untuk menanyakan ihwal kondisinya.
“Terima kasih atas perhatian dan doa masyarakat semuanya terhadap
saya. Wabil khusus Pak @presidenrepublikindonesia @prabowo yang
menelpon langsung dan menanyakan kondisi saya hari ini,” tutur dia.
Trenggono pingsan saat memimpin upacara penghormatan
dan pelepasan Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan Capt. Andy
Dahananto yang merupakan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, di
Auditorium Madidihang, Akademi Usaha Perikanan (AUP) Kelautan dan
Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Seperti dilaporkan detikcom, Trenggono memimpin upacara
penyerahan jenazah ke pihak keluarga. Ia maju ke podium sekitar pukul
09.20 WIB lalu tak selang lama ia pingsan dan terjatuh.
Trenggono pun segera dibawa ke luar auditorium dan dibawa ke
ambulans untuk mendapatkan pertolongan medis.
Pesawat ATR 42-500 dilaporkan kehilangan kontak saat
melangsungkan penerbangan dari Yogyakarta ke Makassar pada Sabtu
(17/1). Pesawat jatuh di puncak Gunung Bulusaraung, Deson Tompobulu,
Kecamatan Ballocci Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Penerbangan memiliki manifest sebanyak 10 orang yang terdiri
dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang dari KKP. Tim SAR Gabungan
berhasil menemukan seluruh korban. Korban ke-10 ditemukan pada Jumat,
23-01-2026.
Sebanyak tiga pegawai KKP yang menjadi korban yakni, Kapten
Andy Dahananto, Ferry Irawan, dan Yoga Naufal, tulis cnni. (salim-01)
