Kebumen, hariandialog.co.id.- – Muhammadiyah menjadi satu-satunya
organisasi kemasyarakatan (ormas) yang memiliki universitas di
Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.
Di kabupaten terluas di Provinsi Papua Barat itu,
Muhammadiyah memiliki Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni
(UNIMUTU). Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah,
Ahmad Dahlan Rais pada Ahad, 19 Juli 2026
Dahlan menyampaikan, saat ini Muhammadiyah di seluruh Bumi
Cenderawasih telah memiliki empat universitas, yakni Universitas
Muhammadiyah Papua, Papua Barat, dan Universitas Pendidikan
Muhammadiyah Sorong.
Terkait dengan tujuan Muhammadiyah mendirikan perguruan
tinggi di daerah mayoritas non-muslim, Dahlan Rais menjelaskan, semua
itu dilakukan Muhammadiyah sebagai implementasi islam rahmatan lil
alamin. “Mengapa Muhammadiyah mendidik, membuat orang lain pandai
gitu?. Sedangkan mereka tidak beragama Islam atau non muslim. Maka
saya kira ini sebagai misi rahmatan lil alamin,” ungkapnya.
Pendidikan yang diselenggarakan Muhammadiyah sejak awal memang
diperuntukkan bagi segala bangsa. Tidak khusus kepada umat Islam saja,
sebab pendidikan Muhammadiyah sifatnya inklusif secara sosial
Mengulas surat An Nisa ayat 1, Dahlan Rais menjelaskan,
manusia berasal dari yang satu. Kemudian dikembangbiakkan menjadi
berbagai macam dengan perbedaan warna kulit, bentuk rambut, dan lain
sebagainya. “Mengingat ini kembali sebetulnya manusia itu sama,
berasal dari satu. Ada di situ pesan kesetaraan, tapi juga ada pesan
yang kuat, keadilan. Maka tidak boleh diskriminatif,” katanya.
Maka menurut Dahlan Rais, Al Qur’an menjadi reasoning
bagi Muhammadiyah untuk mendirikan lembaga pendidikan maupun kesehatan
di daerah muslim minoritas seperti di Papua, dan di tempat lainnya,
tulis Muhammadiyah.or.id. (halim-01)
