Madina, hariandialog.co.id.- Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal
(Pemkab Madina) siap menggemakan arena Pekan Raya Sumatera Utara
(PRSU) ke-50 melalui gelaran epik kebesaran adat dan tradisi budaya
leluhur di Panggung Budaya pada Rabu, 29 Juli 2026 mulai pukul 19.00
WIB.
Pementasan maraton yang menjadi bagian dari program
Kolaborasi Sumut Berkah ini akan membawa ribuan pengunjung menyusuri
sakralnya nilai-nilai historis Mandailing melalui pertunjukan seni
yang direkonstruksi secara utuh menyerupai prosesi kerajaan masa
lampau.
Berdasarkan rundown acara yang didapatkan dari Dinas
Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Madina, rangkaian malam kesenian
tersebut tidak sekadar menyajikan tarian hiburan, melainkan sebuah
ritual budaya yang dibuka dengan lantunan alok-alok dan tradisi
penyambutan mangalao-alo harajaon yang kental dengan nuansa mistis
para ulu balang.
“Puncak kemegahan acara ini nantinya terletak pada prosesi
paampe sekaligus manyantan gordang yang menghadirkan instrumen perkusi
kebanggaan etnis Mandailing, yakni Gordang Sambilan,” kata Kabid
Pemberitaan Diskominfo Madina Sobaruddin Nasution, Selasa, 21 Juli
2026.
Menggarisbawahi pentingnya pelestarian nilai sejarah dalam
perayaan setengah abad PRSU ini, Sobar mengatakan panggung budaya ini
menjadi ruang edukasi lintas generasi, tulis reporternews. (erikc-01)
