
Jember, hariandialog.co.id – Kementerian UMKM menggelar Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (21-07-2026). Festival ini menjadi layanan terpadu untuk memperluas akses pembiayaan, pendampingan, dan pasar bagi pelaku usaha mikro.
Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro Riza Damanik mengatakan, pemberdayaan UMKM harus dilakukan melalui pendekatan ekosistem. Akses pembiayaan dan akses pasar harus berjalan beriringan agar UMKM bisa tumbuh berkelanjutan. “Memberi pembiayaan tanpa akses pasar jadi beban. Ada permintaan pasar tanpa modal juga tidak bisa dimanfaatkan. Keduanya harus dihadirkan bersamaan,” ujar Riza.
Riza menyebut festival ini implementasi arahan Presiden Prabowo, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, dan Wamen Helvi Moraza. Pada 2026, festival serupa digelar di 10 provinsi. Jawa Timur menjadi salah satu daerah pelaksana dengan Jember sebagai tuan rumah.
Dari sisi pembiayaan, realisasi KUR nasional hingga Juli 2026 telah mencapai lebih dari Rp160 triliun dari target Rp290 triliun. Jawa Timur menjadi daerah dengan penyaluran terbesar, menembus Rp27 triliun untuk 470 ribu UMKM.
Di Kabupaten Jember, penyaluran KUR sudah lebih dari Rp1 triliun kepada 20 ribu UMKM. Sebanyak 69% disalurkan ke sektor produksi, lebih tinggi dari rata-rata nasional 65%. “Pembiayaan ke sektor produksi menciptakan lapangan kerja dan memperkuat sektor unggulan daerah. Di Jember, dominasi ke pertanian akan mendukung swasembada pangan,” jelas Riza.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengapresiasi ditunjuknya Jember sebagai lokasi festival. “Ini sangat membantu usaha mikro melalui perizinan, permodalan, hingga pendampingan. Pemkab akan terus bersinergi dengan Kementerian UMKM agar usaha mikro naik kelas,” katanya.
Dalam festival, Kementerian UMKM menghadirkan layanan konsultasi legalitas, pembiayaan, pengembangan kapasitas, dan konsultasi bisnis. Ada juga bazar produk unggulan Jember untuk memperluas akses pasar. Melalui kolaborasi pusat, daerah, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan, Kementerian UMKM mendorong ekosistem usaha mikro yang inklusif, produktif, dan berdaya saing. (zal)
