
Bengkulu, hariandialog.co.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) perpustakaan Sekolah/Madrasah, sekaligus pengukuhan Pengurus Perpustakaan sekolah/Madrasah Indonesia Provinsi Bengkulu.di Hotel Mercure,Rabu.(8/3/23).
Peran tenaga perpustakaan sekolah/madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan memegang peranan yang sangat strategis. Dengan ditetapkannya UU RI No. 43/2007 tentang Perpustakaan dan Permendiknas No. 25/2008 tentang standar tenaga Perpustakaan sekolah/madrasah. Pemerintah melalui Direktorat Tenaga Kependidikan Diknas berupaya mewujudkan tenaga perpustakaan sekolah yang profesional. Sesuai yang diamanatkan dalam UU dan Permendiknas RI tersebut.
Bimbingan Teknis pengembangan perpustakaan sekolah/madrasah yang di ikuti seluruh perpustakaan yang ada di Provinsi Bengkulu dilaksanakan selama dua hari 8 _ 10 Maret 2023. Bimtek di biayai Perpustakan Nasional RI, dari 38 Provinsi yang ada di Indonesia hanya tujuh Provinsi yang mengadakan kegiatan salah satunya Provinsi Bengkulu.
Dalam kata sambutanya Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan Provinsi Bengkulu, HM.Meri Sasdi Jantan, M,Pd menyampaikan,”Pelantikan pengurus Forum Perpustakaan Sekolah /Madrasah se- Provinsi Bengkulu. Ini yang pertama kali dalam sejarah yang mana peran forum ini nanti akan mengkonsolidasikan dan akan memberikan sebuah koordinasi. Sehingga perpustakaan itu betul_ betul akan menjadikan pustakawan profesional dan berguna untuk sekolah dan juga masyarakat sekitar,” jelasnya.
“Dan targetnya bagaimana akreditasi perpustakaan sekolah yang ada di Provinsi Bengkulu terakreditasi semua.Jelas kalau semuanya sudah terakreditasi pasti akan memenuhi kebutuhan sekolah dan juga masyarakat.Ini sudah menjadi target dari Perpustakaan nasional. Maka kegiatan hari ini langsung dihadiri kepala perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi seluruh Indonesia. Ke depan diharapkan akan memberikan dukungan dan support .Bimtek kepada para pengelola perpustakaan sekolah madrasah baik itu SMK yang ada di provinsi Bengkulu.Ini menjadi target kita disamping program -program perpustakaan lainnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan provinsi Bengkulu juga mengucapkan terimakasih kepada gubernur Bengkulu yang yang regulasi dan support yang mendukung kemajuan perpustakan. Baik perpustakan desa, kelurahan dan perpustakaan sekolah. Tahun 2023 akan diadakan perpustakaan khusus yaitu perpustakan rumah ibadah Se provinsi Bengkulu. Dikarenakan anggaran masih terbatas ini akan kita support akan berdiri 70 Perpustakan Khusus rumah ibadah dan perpustakan itu bukan hanya muslim saja namun non muslim juga akan dibangun perpustakan.
Melalui Bimtek diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan materi yang telah diterima dan dapat mendorong terwujudnya Gerakan Cinta buku serta minat dan budaya literasi sekolah/madrasah.
Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi (Kapus PPSMPT) Perpusnas, Nurcahyono mengatakan Perpustakaan sebagai sistem pengelolaan rekaman, gagasan, pemikiran, pengalaman dan pengetahuan umat manusia mempunyai tugas utama melestarikan budaya umat manusia. Khususnya berbentuk dokumen karya cetak dan karya rekam.
Disamping itu perpustakaan memiliki peran strategis dalam perkembangan dan peningkatan mutu pendidikan. Begitu juga perpustakaan Sekolah/madrasah dan perguruan tinggi, dimana keberadaannya berperan dalam mendukung pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat serta berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkedudukan di Sekolah/madrasah dan perguruan tinggi.
Kondisi perpustakaan sekolah/madrasah di Indonesia saat ini, mayoritas diwarnai dengan belum jelasnya eksistensi, status, dan pola karier pustakawan perpustakaan sekolah/madrasah, minimnya jumlah koleksi tercetak dan digital, masih lemahnya implementasi regulasi dan belum semua perpustatakaan sekolah/madrasah terkoneksi satu sama lain.
Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi (Kapus PPSMPT) Perpusnas, Drs. Nurcahyono, SS., M.Si.
“Dengan kondisi ini, bahwa kebijakan yang dilaksanakan adalah dengan adanya advokasi, profokasi dan edukasi kepada pengelola perpustakaan sekolah/madrasah di Indonesia. Meningkatkan pembinaan per wilayah, kerjasama Three Partied dan Pentahelix, terus mengembangkan koleksi tercetak dan digital yang dapat diakses dan didapatkan dengan mudah, pengembangan perpustakaan digital, meningkatkan implementasi regulasi dan mengembangkan kompetensi serta pola karier tenaga perpustakaan.” sampai Nurcahyono.
“Dengan terpenuhinya jumlah pustakawan yang diimbangi dengan kompetensi pustakawan, sehingga seluruh perpustakaan memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP) serta dapat meningkatnya koleksi tercetak maupun digital yang dapat diakses dan dimanfaatkan dengan mudah melalui sinergi antar perpustakaan sekolah/madrasah di Indonesia.” ungkap Nurcahyono.
“Perpustakaan sebagai sistem pengelolaan rekaman, gagasan, pemikiran, pengalaman dan pengetahuan umat manusia mempunyai tugas utama melestarikan budaya umat manusia, khususnya berbentuk dokumen karya cetak dan karya rekam. Disamping itu perpustakaan memiliki peran strategis dalam perkembangan dan peningkatan mutu pendidikan. (hasanah)
