Jakarta, hariandialog.co.id.- Keluarga mendiang M Ilham Pradipta,
kepala cabang sebuah bank di Jakarta Pusat yang diculik hingga tewas
mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan
Korban (LPSK).
“Sudah mengajukan ke LPSK, perlindungan untuk tiga orang, istri dan
dua anak Ilham,” kata pengacara keluarga Ilham, Boyamin Saiman saat
dikonfirmasi, Rabu, 17 September 2025.
Boyamin menyebut hingga saat ini pihak keluarga belum
mendapatkan ancaman buntut kasus yang menimpa Ilham. Namun, langkah
ini diambil untuk mengantisipasi jika ada ancaman di kemudian hari.
“(Untuk) antisipasi dan mitigasi, (hingga saat ini) belum ada
ancaman,” ujarnya.
Terpisah, Wakil Ketua LPSK Susilaningtias membenarkan ihwal
permohonan perlindungan yang diajukan oleh keluarga Ilham tersebut.
“Pengajuannya baru masuk tadi malam,” ucap dia.
Ilham yang merupakan kepala kantor cabang pembantu (KCP)
sebuah bank di Jakarta Pusat menjadi korban penculikan dan pembunuhan.
Jasad Ilham ditemukan di area persawahan di Kecamatan Serang
Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/8) pagi. Sebelum ditemukan tewas,
korban diculik di parkiran sebuah pusat perbelanjaan kawasan Ciracas,
Jakarta Timur, Rabu (20/8).
Dalam kasus ini, polisi telah menangkap 15 orang tersangka.
Salah satunya adalah Dwi Hartono yang dikenal sebagai crazy rich Jambi
dan memiliki usaha bimbel online.
Selain 15 tersangka, dua prajurit TNI AD yang terlibat dalam
kasus tersebut juga ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya yakni
Sersan Kepala (Serka) N dan Kopral Dua (Kopda) FH.
Berdasarkan penyidikan, terungkap motif di balik penculikan
dan pembunuhan itu lantaran ingin memindahkan uang dari rekening
dormant ke rekening penampungan. Rekening dormant adalah rekening yang
tidak aktif digunakan untuk transaksi selama setidaknya tiga bulan.
“Motif para pelaku melakukan perbuatannya yaitu para pelaku
ataupun tersangka berencana untuk melakukan pemindahan uang dari
rekening dormant ke rekening penampungan yang telah dipersiapkan,”
kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra
dalam konferensi pers, Selasa. 16 September 2025, tulis cnni.
(aluka-01)
