
Jakarta, hariandialog.co.id. Para keliarga terdakwa kecewa dengan Pengadilan Nageri Jakarta Selatan, terkait waktu pulangnya tahanan ke Rumah Tahanan Negara atau Rutan.
“Kita menunggu tahanan pulang. Kita tunggu waktu pulang biar jalan menuju kendaraan bisa melepas rindu. Kan kalau di Rutan banyak embel embelnya. Kalau disini kan kita bisa bareng jalan dari ruang belakang menuju kendaraan,” kata seorang wanita mengaku bernama Yuni.
Disamping Yuni juga keluarga terdakwa warga Depok bernama Aat, sama mengeluhkan pelayanan PN Jakarta Selatan. “Saya bawa makanan untuk anak buat makan malam dan jajanan. Tapi karena sudah sempat beli terpaksa harus sabar menunggu walau kesal. Padal dapat informasi bahwa tahanan pulang paling lama jam 5 sore,” kata Aat
Sementara itu pengamatan wartawan mobil tahanan telah hadir di pintu PN Jakarta Selatan pukul 11. Tapi sidang untyk kasus pidana baru dimulai pukul 15.00 sore. “Jadi tahanan sudah ada di ruang belakang pengadilan jam 11 sesuai permintaan hakim agar dipercepat selama bulan puasa. Tapi kenyataannya sama saja mulai jam 3 sore,” kata sumber.
Pengawal tahanan yang dimintai komentar atas lamanya selesai persidangan tidak berkomentar. “Kami hanya tugas melaksanakan sesuai perintah. Diperintahkan sudah sampai pn tahanan jam 11 diusahakan tepat waktu. Terkait sidang bukan urusan kami. Diminta cepat ke pn bawa tahanan kita bawa dan selesai jam berapa ya kita pulangkan,” ungkap pengawal tahanan yang tidak mau disebut namanya.
Ketika hal ini dipertanyakan kepada Brahmanta salah seorang pengacara, menyangkan di bulan puasa para tahanan, hakim, panitera dan juga jaksa serta pengacara harus buka puasa dengan air putih. “Kan sudah ada surat edaran MA terkait jam kantor hingga jam 15 atau jam 3.jadi kalau masih ada sidang hingga malam disini pelyanan belum maksimal memberikan yang terbaik kepada masyarakat yang berurusan dengan Pengadilan Jakarta Selatan,” terang Brahmanta yang menjadi salah pengacara dari terdakwa. (tob)
