Jakarta, hariandialog.co.id.- Anggaran bansos dinaikan menjadi
Rp431,5 triliun. Penambahan anggaran bansos diperlukan untuk
masyarakat yang paling rentan serta para pedagang kaki lima pangan
dalam menghadapi kenaikan harga pangan dunia.
“Anggaran ini digulirkan antara lain, yang pertama,
penyaluran PKH bagi 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) sebesar
Rp28,7 triliun, juga pemberian bantuan sosial melalui kartu sembako
bagi 18,8 juta KPM sebesar Rp45,1 triliun,” ujar Menteri Keuangan Sri
Mulyani Indrawati.
Selain itu, anggaran juga mencakup subsidi energi dan
non-energi kepada rumah tangga miskin dan rentan, UMKM, petani, serta
transportasi publik sebesar Rp194,3 triliun. Ditambah juga dengan
penerima bantuan iuran JKN untuk 96,8 juta peserta sebesar Rp46,5
triliun dan program Kartu Pekerja bagi 2,9 juta peserta sebesar Rp11
triliun
Untuk melindungi kelompok rentan terhadap dampak kenaikan
harga pangan, juga dilakukan penebalan program perlindungan sosial
bagi KPM sembako/PKH bagi 20,65 juta KPM masing-masing menerima Rp100
ribu selama 3 bulan, yang disalurkan pada bulan April 2022 sebesar
Rp6,20 triliun, dan pedagang kaki lima pangan bagi 2,5 juta PKL yang
masing-masing menerima Rp100 ribu selama 3 bulan, dan disalurkan pada
bulan April 2022 sebesar Rp0,75 triliun,” jelas Sri seperti ditulis
okefinance.
Dia mengatakan, melalui penyaluran berbagai program dan
penebalan bantuan sosial tersebut, diharapkan konsumsi rumah tangga
khususnya di kelompok masyarakat miskin dan rentan tetap terjaga.
“Untuk mendorong aktivitas ekonomi, juga diberikan tambahan subsidi
bunga KUR sebesar 3% selama Januari-Desember 2022, dengan perkiraan
tambahan anggaran Rp11,9 triliun on top pagu reguler sebesar Rp23,1
triliun, sehingga totalnya menjadi Rp35 triliun,” pungkasnya. (pitta).
