Jakarta, hariandialog.co.id – Keluarga Ibu Kasinem (89 thn) yang saat ini dirawat inap di Ruang Mawar Lantai 2 Rumah Sakit Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur (Jaktim), sangat mengeluhkan penerapan yang harus melakukan test antigen kepada setiap penjaga pasien dan juga penjenguk.
Anehnya lagi, meskipun keluarga yang bertugas menunggui pasien, jika keluar dari lingkup RS Persahabatan, diharuskan kembali melakukan tes antigen di Rumah Sakit Persahabatan tersebut dengan biaya Rp 100 ribu sesuai dengan nilai yang tertera dalam kwitansi.
“Ini aneh! Baru keluar 2 jam meninggalkan pasien untuk ganti pakaian di rumah di Cipinang Muara, eh saat mau masuk ke ruangan untuk menjaga pasien yang merupakan Mbah putri saya, pihak RS Persahabatan mengharuskan saya test antigen lagi. Jika tidak maka tidak diperbolehkan untuk masuk ke kamar perawatan terlebih menjaga Mbah Putri saya,” kata Dwi Permatasari menceritakan keluhannya kepada Dialog, Rabu (11/5/22).
Sementara ibunda dari Dwi Permatasari Ny Nita yang merupakan putri kandung dari pasien Kasinem, menceritakan bahwa ibundanya sejak sakit pada Senin (9/5/22) langsung dibawa berobat ke RS Persahabatan. Dan pihak rumah sakit langsung membawa pasien ke ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD). Selama dua hari pasien tidak mendapat ruangan/kamar perawatan dengan alasan pihak RS Persahabatan tidak ada kamar. “Yah, mau tidak mau, kita/keluarga rela menunggu sampai ada ruangan perawatan. Selama di IGD, kita juga diharuskan melaksanakan tes antigen. Jika tidak maka tidak boleh masuk ke ruangan IGD.,” ujar Nita.
Dikatakan Ny Nita, setelah Rabu (11/5/22) barulah ibu saya yang sakit parah bisa dipindahkan ke ruangan Mawar. “Di sini setiap penjenguk dan penjaga pasien harus sudah melakukan tes antigen. Meskipun sudah kita melakukan tes antigen, tetapi jika keluar lingkup persahabatan, maka akan diharuskan untuk tets antigen ulang dengan alasan pihak RS Persahabatan, takutnya bertemu atau terkena orang yang terkena Covid-19. Kan ini ada-ada aja caranya,” tukas Nita dengan geleng kepala.
Sementara itu, pihak Humas RS Persahabatan, Soleha ketiga ditanyai Dialog, terkait dengan pelayanan test antigen mengingat tidak ada petugasnya dan sulitnya pasien mendapatkan ruangan/kamar inap, Soleha hanya mengatakan nanti kami cek seraya meninggalkan Dialog. (Het)
