
Bandung Barat, hariandialog.co.id – Rapat Koordinasi Persiapan Lomba 10 Program Pokok PKK dan Optimalisasi Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) dilaksanakan di Aula Desa Pangauban tentunya di hadiri Kepala Desa Pangauban Drs. Ade Sulaeman, Ketua TP PKK Desa Pangauban Imas Widaningsih dan di hadiri Camat Batuajajar Deden Mulyadi, S.Sos., M.M, Ketua TP PKK Ninik Indriati Mulyadi dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan keluarga dan lingkungan yang sehat melalui program pilot project bidang kesehatan, kelestarian lingkungan hidup (20/11/2024).
Berikut 10 Program Pokok PKK dan Optimalisasi Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh bmBencana (GKSTTB):
- Penghayatan dan Pengamalan Pancasila.
- Gotong Royong.
- Pangan.
- Sandang.
- Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga.
- Pendidikan dan Keterampilan.
- Kesehatan.
- Pengembangan Kehidupan Berkoperasi.
- Kelestarian Lingkungan Hidup.
- Perencanaan Sehat.
Program-progam yang ada kaitannya dengan PKK di bawahi oleh 4 pokja yang ada di PKK Desa. Penekanan dari Dinas Kabupaten Bandung Barat (KBB) yaitu perwakilan,Bunda Euis selaku Pembina beserta Tim Penileyan PKK ,penyampaian pezan dari Ibu Suhaeni Bohon Zakir sebagai,Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Barat bahwa untuk PKK harus di anggarkan tiap Desa, Alhamdulillah di Desa Pangauban setiap tahun ada anggaran untuk PKK.
Harapan nya hadir semua Desa, dari Ibu PJ Bupati memberikan penekanan bahwa kegiatan itu tidak hanya di Desa Pangauban saja, tetapi di harapkan di setiap Desa menjadikan Program Kegiatan PKK menjadi Prioritas.
Desa Pangauban menjadi perwakilan dari 7 Desa yang ada di Kecamatan Batujajar. Untuk Sumber Dana dari Dana Desa masuknya ke Kegiatan PKK. Ketahanan Pangan dan Stunting masuk di Program PKK.
“Desa Pangauban ada satu kelebihan penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang di sebut Desa Inklusif, di Desa Pangauban ada gerakan Lentera Jiwa,dari batuan Corporate Social Responsiblity (CSR) Pertamina Desa Inklusif itu dari se-KBB hanya 3 Kecamatan dan tiap Kecamatan itu satu Desa, di Kecamatan Batujajar di wakili oleh Desa Pangauban.” Ujar Ade Sulaeman Kepala Desa Pangauban.
Dikesempatan yang sama Ating Anugrah’Sekdes Desa Pangauban menuturkan”
Pangauban dijadikan Desa Inklusif karena disini kami sudah melibatkan Kaum Marjinal yaitu Kelompok Sosial yang terpinggirkan dari Kehidupan Masyarakat, Baik dalam Bidang Ekonomi, Pendidikan, maupun Budaya, seperti” ODGJ”dan lainnya yang biasanya tersingkir dan tidak di lihat dipandang sebelah mata’ justru di Desa Pangauban diberdayakan dengan catatan yang bersangkutan dinyatakan sudah Baik dan Sehat dari Ahli Jiwa.
Setelah mereka sehat dari ODGJ mereka diberdayakan dengan keterampilan yang di sesuai sebelum yang bersangkutan terjangkit dengan ganguan jiwa. Mereka punya Keteterampilan, kita sudah Alokasikan untuk Konveksi, Peternakan dan Home Industri. ( Nagon/ Yan )
