Banyuwangi, hariandialog.co.id.- Wanita warga Jember, WI (52)
ditemukan tewas setelah melompat dari kapal feri KMP Citra Mandali
Sakti ke Selat Bali. Aksi nekat ibu 2 anak itu diduga akibat kesulitan
ekonomi setelah sang suami meninggal tahun 2028.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lojejer, Kecamatan
Wuluhan, Dian Yurida Bahtiar membenarkan bahwa WI adalah warganya. Dia
menduga motif WI bunuh diri akibat kondisi finansial yang semakin
memburuk usai suaminya meninggal pada 2018. “Semenjak suaminya
meninggal, memang ekonominya sulit. Terbukti dari toko onderdil yang
ada di rumahnya itu akhirnya buka tutup,” kata Dian Yurida Bahtiar
saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu, 21 Desember 2024.
Setelah toko onderdil sepeda motornya tidak stabil, WI
beberapa kali memulai usaha baru. Mulai dari jualan makanan dan
gorengan keliling pasar Lojejer, hingga beberapa usaha lainnya. Namun
usaha jualan makanan dan gorengan itu kurang berhasil.”Rumahnya itu
kan area pasar Lojejer. Beberapa kali jualan, seperti makanan dan
gorengan, dikelilingkan ke pasar tapi nggak laku,” ujar Bahtiar.
Dari sinilah Bahtiar menduga motif WI melakukan tindakan
bunuh diri akibat kondisi ekonomi. “Kemungkinan penyebab bunuh diri
itu adalah faktor ekonomi,” ucapnya.
Bahtiar menambahkan, WI adalah wanita asal Bali. Setelah
menikah dia memutuskan ikut suaminya di Jember. Bahtiar sendiri tak
menyangka WI akan bunuh diri. Sebab korban sudah cukup aktif mengikuti
kegiatan pengajian dan belajar membaca Al-Qur’an di kampung itu.
(abian-01)
