Jakarta , hariandialog.co.id.- Beberapa waktu lalu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi
(Bappebti) Kementerian Perdagangan telah memblokir 249 domain situs
web entitas di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK) yang tidak
memiliki izin.
Menariknya mereka menggunakan modus yang paling baru, yakni penawaran
paket investasi forex berkedok penjualan robot trading melalui
paket-paket investasi dengan menggunakan sistem member get member.
Pemerhati dan Praktisi Investasi, Desmond Wira mengaku telah
menginvestigasi salah satu platform PBK yang menggunakan modus
tersebut. Sama seperti penjelasan Bappebti, platform forex itu
memanfaatkan robot trading untuk menipu dengan sistem member get
member alias ponzi.
“Untuk memberikan keuntungan di awal, mereka pakai skema ponzi atau
money game,” ucapnya kepada detikcom, Selasa (28/9/2021).
Dengan skema money game, platform tersebut hingga kini masih bisa
bertahan dan terus memperluas jaringannya. Namun itu hanya tinggal
menunggu waktu, karena bakal ada 1 titik di mana pelaku tak mampu lagi
gali lubang tutup lubang untuk membayar keuntungan investornya.
“Korbannya ya belum ada. Kalau money game belum ambruk ya belum ada
yang lapor,” ucapnya.
Dalam postingannya di media sosial, Desmond mengaku mendapatkan izin
dari salah satu nasabah trading forex tersebut. Bahkan dia diberikan
login dan password untuk masuk ke akun realnya.
Tanpa menyebutkan nama brokernya, Desmond mengungkapkan sederet
kejanggalan. Setiap bulan cetak profit hingga 10%. Statistik win
ratenya 81-19. Artinya 81% trading menorehkan keuntungan, hanya 19%
tradingnya mengalami kerugian.
“Btw ini gaya tradingnya scalping,” tulisnya.
Jadi kalau ikutan investasi model begini ada untungnya nggak? Lihat di
halaman berikutnya.
(dtc/hras).
