Flores Timur, hariandialog.co.id.- Bentrokan antarwarga Desa
Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur,
Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga dipicu
sengketa batas tanah dan klaim lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah
Putih (Kopdes Merah Putih).
Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Satuan Brimob
Polda NTT AKP Antonio Cortareal mengatakan, persoalan tersebut menjadi
pemicu bentrokan yang kembali pecah pada Sabtu, 18 Juli 2026.
“Masalah batas tanah dan klaim sepihak lokasi tanah (untuk) Kopdes
Merah Putih,” ujar Antonio saat dihubungi, Minggu ,19 Juli 2026
Antonio belum menjelaskan sejauh mana rencana pembangunan
Kopdes Merah Putih di wilayah tersebut., satu peleton personel dari
Markas Komando Brimob Maumere telah dikerahkan untuk memperkuat
pengamanan di Adonara. “Dalam kesempatan ini kami ingin memberikan
klarifikasi bahwa konflik yang terjadi antar kedua desa tidak terkait
dengan pembangunan Kopdes Merah Putih. Ini adalah konflik lama antar
Desa Waiburak dan Desa Narasaosina yang dipicu oleh sengketa tanah
ulayat yang sudah ada turun temurun,” ujar Zabadi dalam keterangannya
di Jakarta, Rabu , tulis komps. (rojak-01)
