Jakarta, hariandialog.co.id – Aroma terjadinya dugaan mark up (penggelembungan harga) untuk pembelian kebutuhan sarana dan prasarana di SD 02.Cililitan Jakarta Timur (Jaktim) yang sumber dananya berasal dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) itu mulai terkuak setelah Dialog menemukan dengan mengamati beberapa SPJ SDN 02 Cililitan Jakatim tersebut.
Hal tersebut diketahui, dalam Rekapitulasi penggunaan dana BOS tahun 2020, untuk pembelian pengadaan prasarana kepada siswa dan pengadaan rupa-rupa sarana SDN 02 Cililitan harganya di atas harga pasaran.
Untuk pemberitaan yang berimbang maka Dialog mengkonfirmasikan kepada Kepala Sekolah SDN 02 Cililitan Jaktim Wening Estiningsih di kantornya, Namun dalam penjelasan Bagian TU.mengaku bernama Irma mengatakan Pimpinannya lagi WFH tetapi dia mengatakan agar meninggalkan No.Hp agar nanti bisa dihubungi pimpinannya dengan Dialog..
Indikasi pengadaan yang diduga bernuansa mark up atau penggelembungan harga, misal pengadaan
1.Pembelian kursi Diklat, kursi rapat 3 buah Rp.7.590.000
2.Pembelian Proyektor 4 unit Rp.50.152.800
3.Pembeluan laptop 1 unit Rp.17.762.000
4.Pembrlian komputer PC 3 unit Rp.45.628.000
5.Pembelian Buku Rp.118.423.660
6.Cetak soal UTS/UAS/Tryout Rp.14.984.640.
dan banyak lagi pengadaan yang mengundang pertanyaan sesuai dengan SPJ..
Namun ketika hal tersebut di konfirmasikan kepada kepsek SDN 02 Cililitan Jaktim melalui WAnya belum ada jawaban hingga berita ini di turunkan.(Hnb).
