Padang, hariandialog.co.id.- – Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi meminta
kepada PT Bank Nagari selaku badan usaha milik daerah (BUMD) untuk
berperan menjadi lokomotifnya penggerak perekonomian daerah.
Dia menyatakan budaya menabung merupakan fondasi penting
dalam membangun ketahanan ekonomi, baik pada tingkat individu,
keluarga, maupun daerah. Karena, setiap rupiah yang ditabung
masyarakat sesungguhnya ikut menjadi kekuatan pembangunan daerah.
“Bank Nagari tidak hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi
keuangan, tetapi juga menjadi mitra pemerintah daerah dalam memperluas
akses layanan keuangan, memperkuat UMKM, serta meningkatkan inklusi
keuangan hingga ke pelosok daerah,” katanya dalam keterangan resmi,
Senin (11/5/2026).
Mahyeldi menegaskan Bank Nagari perlu terus melakukan
transformasi, baik dari sisi digitalisasi layanan, penguatan manajemen
risiko, maupun peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan demikian, Bank Nagari menjadi semakin dipercaya masyarakat
Sumbar.
Dia menekankan peningkatan inklusi keuangan memiliki
hubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam layanan perbankan, semakin
besar pula peluang daerah memperkuat pembiayaan sektor produktif,
terutama UMKM dan ekonomi kerakyatan yang menjadi tulang punggung
perekonomian Sumbar. “Dana masyarakat yang dihimpun harus kembali
disalurkan untuk pembiayaan sektor pertanian, industri pengelolaan,
pariwisata, dan sektor produktif lainnya yang manfaatnya benar-benar
dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Bank Nagari Jadi Penyalur Penyaluran KUR Bank Nagari Capai
Rp294 Miliar pada Kuartal I/2026 di Tengah Tekanan Pascabencana Unit
Usaha Syariah Bank Nagari Cetak Laba Bersih Rp45,62 Miliar per Kuartal
I/2026 Sementara itu Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra
menyampaikan sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank Nagari akan
terus hadir mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dia juga memastikan, bahwa setiap dana yang disimpan di
Bank Nagari, akan aman dan dikelola secara profesional di bawah
pengawasan regulator keuangan nasional. Gusti Candra menjelaskan
hingga tutup buku tahun 2025 total aset Bank Nagari telah mencapai
Rp33,6 triliun.
Menurutnya hal ini didorong adanya dukungan jaringan
layanan juga terus diperluas hingga menjangkau seluruh wilayah Sumbar,
termasuk daerah kepulauan, melalui penguatan kantor layanan, ATM, CRM,
EDC, serta layanan digital yang memudahkan transaksi masyarakat kapan
pun dan di mana pun. “Bank ini tunduk pada regulasi dan secara berkala
diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia. Alhamdulillah,
tingkat kesehatan bank kita berada pada kategori sehat dengan rating
yang kuat,” tutupnya, tulis bisnis. (qiqi-01)
