Bengkulu,hariandialog.co.id – Sesuai hukum pasar bahwa jika barang sedikit maka harga akan mahal, itulah kenyataan yang terjadi hampir dua bulan terakhir di Provinsi Bengkulu. Akibat stok cabai terbatas maka harga cabai semakin pedas. Sebenarnya Provinsi Bengkulu selama ini tidak kekurangan stok cabai, karena hasil petani cabai dari Kabupaten Bengkulu Utara, Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong selalu melimpah. Namun akibat cabai di daerah tetangga Jambi, Lampung dan Palembang kurang, maka pengepul menjual keluar Bengkulu.
Emak-emak yang berbelanja ke pasar Panorama dan Pasar Minggu Kota Bengkul, sangat mengeluhkan harga cabai yang mahal, namun karena kebutuhan sehari-hari maka meski mahal tetap dibeli. Dikatakan Erna (56) ibu rumah tangga, biasanya ia membeli cabai dalam jumlah banyak untuk stok satu bulan. Namun karena harga cabai mahal terpaksa ia membeli seperlunya karena cabai kebutuhan sehari-hari. “Biasanya saya membeli dua sampai tiga kilo untuk stok satu bulan. Namun karena harga cabai mahal sementara uang belanja terbatas, ia hanya membeli seperempat untuk kebutuhan dua tiga hari. Yang penting cabai ada karena kita memasak selalu bersantan dan pedas,” katanya kepada Dialog, saat ditemui di Pasar Minggu, Sabtu (25/6/22).
Hal yang sama dikatakan pemilik usaha Ayam Geprek Ibu Pepti (35). Pengusaha muda yang cukup banyak pelanggan ini mengaku usaha gepreknya banyak membutuhkan cabai setiap hari. Akibat cabai mahal, ia terpaksa mencampur cabai merah dengan cabai rawit dan cabai setan biar tetap pedas sesuai selera pelanggan. Dikeluhkannya harga cabai yang masih mahal padahal kebutuhannya akan cabai cukup tinggi. Akibat harga cabai yang masih mahal, ia tetap membeli sesuai kebutuhan meskipun berdampak pada berkurangnya penghasilan.
Pantauan Dialog di Pasar Panorama seperti diungkapkan pedagang cabai, Roni Effendi (63) harga cabai masih mahal di kisaran eceran pedagang berkisar Rp. 95.000 – Rp. 100. 000 perkilogram. Sedangkan untuk harga cabai rawit hijau dan saat ini masih berkisar Rp. 70.000 perkilogram. Untuk cabai hijau di kisaran harga Rp. 40.000 yang sebelumnya hanya Rp. 15.000 perkilogram. Mahalnya harga cabai di Provinsi Bengkulu disebabkan ketersediaan barang untuk Kota Bengkulu berkurang alias stok terbatas. Cabai yang ada di Kota Bengkulu dipasok dari Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong dan Bengkulu Utara, tragisnya saat ini barang tersebut dikirim ke Provinsi Jambi, Lampung dan Sumatera Selatan.Naiknya harga cabai akibat para pedagang tidak berani mengambil stok cabai dengan jumlah banyak sebab takut cabai tersebut busuk akibat tidak laku. (hasanah)
