Indramayu, hariandialog.co.id -Hari ini Selasa 7 Oktober 2025, Kabupaten Indramayu genap berusia 498 Tahun. Berawal dari dibentuknya Panita Peneliti Sejarah Indramayu, dimana dengan bekerja keras Panitia tersebut untuk
menyelusuri dan mengkaji sejarah Indramayu secara menyeluruh. Akhirnya mengingat ada beberapa alternatif
menyimpulkan bahwa Hari Jadi Indramayu jatuh pada tanggal 7 Oktober 1527. Yang kemudian di sidang
plenokan DPRD Kabupaten daerah tingkat 2 Indramayu tanggal 24 Januari 1977. Dan disetujui bahwa tanggal 7
Oktober 1527 sebagai Hari Jadi Indramayu.
Menurut Hikayat yang turun temurun, bahwa pendiri Indramayu adalah Raden Wiralodra, menurut
legenda rakyat Raden Wiralodra dari daerah Bagelen Jawa Tengah dan putra seorang Tumenggung yang
bernama Gagak Singalodra.
Konon Raden Wiralodra saat melakukan atau menjalankan tapa brata dan semedi di perbukitan Melaya
di kaki gunung sumbing, dirinya mendapatkan wangsit atau petunjuk yang berbunyi, “ Hai Wiralodra apabila
ingin berbahagia serta keturunanmu di kemudian hari, pergilah merantau ke arah matahari terbenam dan carilah
lembah sungai Cimanuk dan manakala engkau telah tiba disana berhentilah dan tebanglah blukar secukupnya
untuk mendirikan sebuah padukuan dan menetaplah disana, titik kelak itu akan menjadi subur dan makmur dan
tujuh keturunanmu akan memerintah di sana,”.

Sebelum nama Kabupaten Indramayu ada, namanya adalah Dharma Ayu yang memberi nama tersebut
Raden Wiralodra. Dimana menurut ahli bahasa bahwa Dharma Ayu diartikan sebagai “ Kewajiban Yang
Utama” atau lebih populer lagi sebagai “ Tugas Suci”.
Adapun proses perubahan dari Dharma Ayu menjadi Dermayu dan akhirnya menjadi Indramayu,
menurut penelitian Panitia Peneliti Sejarah Indramayu, yakni diantaranya; karena nama Dermayu sudah dikenal
dalam sejarah sejak akhir abad Ke XVI, hal ini terlihat dalam jurnal Cornelis De Haoutman terdapat nama
Dermayu tahun 1596. Begitu juga dalam peta yang dibuat oleh orang Portugis bernama Diego Omon, nama
Dermayu sudah tercantum. Adapun perubahan dar Dermayu menjadi Indramayu sebenarnya tidak begitu jelas,
mungkin terjadi dari kata majemuk dalam bahasa belanda “in” dan Dermayu sehingga menjadi Indramayu.
Kabupaten Indramayu sejak dipimpin pertama oleh Raden Singalodra (Wiralodra I), lalu Raden
Wirapati (Wiralodra II), Raden Sawedi (Wrirlodra III), Raden Benggala (Wiralodra IV), Raden Banggali
(Wiralodra V), Raden Samaun (Wiralodra VI), Radran Krestal (Wiralodra VII) sampai dengan saat ini di
pimpin oleh Bupati Lucky Hakim yang merupakan Bupati atau pemimpin Kabupaten Indramayu ya ke 39.
Dimana pemilihan Bupati Indramayu secara langsung yaitu pada tahun 2005 yang saati itu terpilih sebaga
bupati Pertama hasil pemilihan langsung yaitu pasangan H. Irianto MS. Syafiuddin (Yance) – Hery Sujati.
Hungga saat ini Pemilihan Bupati dipilih secara langsung oleh masyarakat.
Perjalanan dari Bupati ke Bupati atau Pemimpin ke Pemimpin tentunya sangatlah beragam baik itu
karakternya juga hasil pembangunannya.
Saat ini di tahun 2025 peringatan Hari jadi Kabupaten Indramayu yang ke-498, pastilah berbeda dengan
tahun-tahun sebelumnya, dimana tahun 2025 ini Pemerintah Kabupapen Indramayu yang dipimpin Lucky
Hakim sebagai Bupati dan H. Saefidun sebagai Walil Bupati dalam menyambut hari jadi Indramayu dengan
berbagai macam kegiatan seperti : dimulai dari tanggal 25 September 2025 dengan kegiatan Jamasan Pusaka, 30
September Kirab Pusaka, 03 Oktober Ziarah makam R. Wiralodra, 04 Oktober (Pegelaran Budaya Adat dan
prosesi pengantin Indramayu, Saresahan Midangan Hari Jadi Indramayu), 05 Oktober Festival Marching Band,
06 Oktober Baritan/Syukuran Doa, 07 Oktober 2025 (Sunatan Massal, Bakti sosial dan pemberian bantuan
Dana Pendidikan, Pesona Wastra Indramayu, Kirab Tunggul, Rapat paripurna Istimewa Hari Jadi Indramayu,
Lounching aplikasi Nyari Gawe, Malam Silahrurahmi PORESNITAS XII, Pembukaan PORESNITAS XII), 08
Oktober ( Lomba Olahraga PORESNITAS XII, Expo Pembangunan dan Pameran Produk Unggulan Daerah 10
Kabupaten/Kota), 09 Oktober Lomba Seni Budaya PORESNITAS XII, 10 Oktober (Pegelaran Seni Sandiwara,
Pemusnahan Barang bukti Minuman Beralkohol), 11 Oktober (Pameran Pusaka dan Cagar Budaya, Indramayu
Youth Expo), 12 Oktober (Indramayu Casr Free Day, Peringatan Hari Museum Indonesia, Gowes Onthel
Bareng), 17 Oktober Indramayu bersholawat, dan 18 Oktober 2025 Bupati Cup Run 10 Km.
Semenjak dilantik Bulan Pebruari 2025 sampai dengan saat ini, Bupati Lucky Hakim dengan Visi
Indramayu “REANG”, telah banyak melakukan terobosan-terobosan.
Memasuki usia ke-498 tahun, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat diminta tidak sekadar berhenti pada
perayaan seremonial, tetapi menjadikan momentum Hari Jadi sebagai refleksi terhadap capaian visi besar
daerah, “Indramayu Reang” yakni Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong“Visi
Reang adalah cermin moral dan sosial kita. Indramayu tidak hanya harus maju secara fisik, tapi juga matang
secara spiritual, berdaya secara ekonomi, dan kuat dalam kebersamaan. Nilai Religius dalam visi tersebut
menekankan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam setiap kebijakan publik. Pemerintahan
yang religius harus bersih dan berpihak pada kebenaran bukan lipstik semata.
Sementara Ekonomi Kerakyatan menuntut pemberdayaan petani, nelayan, dan pelaku UMKM sebagai
tulang punggung kesejahteraan daerah. Kemandirian ekonomi rakyat adalah benteng utama Indramayu. Kita
harus berani membangun dari bawah, memperkuat desa, dan memberi ruang pada ekonomi lokal untuk tumbuh.
Terciptanya Indramayu yang Aman dan Nyaman menjadi prasyarat bagi kehidupan masyarakat yang
produktif dan sejahtera. Keamanan tidak hanya soal ketertiban, tetapi juga kepastian layanan publik dan
lingkungan yang bersih serta ramah sekaligus menjawab derasnya aduan terhadap fasilitas Penerangan Jalan
Umum (PJU) baik yang berada di wilayah akses jalan pusat, propinisi, daerah maupun desa. Kedepan bukan
hanya membangun konektifitas dengan pusat dan daerah untuk memenuhi Visi Aaman dan Nyaman, tetapi juga
Pemkab Indramayu harus mampu melakukan gebrakan ribuan CCTV terpasang disemua titik strategis.
Sementara nilai Gotong Royong disebutnya sebagai ruh yang menyatukan masyarakat Indramayu di
tengah perubahan zaman. Di era digital yang serba individualistik, gotong royong menjadi semangat
kebersamaan untuk menjaga solidaritas sosial serta mampu menyelesaikan persoalan daerah. Tanpa gotong
royong dan kesadaran religius, pembangunan hanya akan jadi angka, bukan makna.
refleksinya, Hari Jadi Indramayu ke-498 ini menjadi titik konsolidasi moral dan sosial bagi seluruh
lapisan masyarakat. Visi Indramayu Reang, harus diwujudkan dalam kerja nyata, bukan sekadar slogan tahunan
dan capaian prestasi yang tidak berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Indramayu harus menjadi daerah yang benar-benar “REANG” Religius dalam nilai, kuat ekonomi
kerakyatannya, aman, nyaman, dan kokoh dalam semangat gotong royong. Selamat Hari Jadi Indramayu Ke-
498, “ MENJAGA PANGAN, MERAWAT BUDAYA, MEMBANGUN SEJAHTERA “ (dadang).
