Malinau, hariandialog.co.id.- – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26
Kabupaten Malinau berhasil meraup dana fantastis dari perhelatan
Festival Budaya Iraw ke-11. Festival ini disebut berhasil
membangkitkan perputaran uang hingga Rp 107,849 miliar.
Hal ini disampaikan Bupati Malinau, Wempi Mawa dalam
sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa Ke-1 DPRD Kabupaten Malinau,
yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Minggu (26/10) siang.
Di hadapan Ketua DPRD Ping Ding dan seluruh anggota dewan
serta tamu undangan, Wempi yang hadir dengan berpakaian adat Dayak
lengkap, menyebut angka ini merupakan hasil survei BPS dan Politeknik
Malinau. “Melalui perhelatan festival budaya Irau ke-11 ini akan
membangkitkan gerakan ekonomi kerakyatan,” ujar Wempi. “Dari hasil
survei BPS dan Politeknik Malinau diketahui perputaran output secara
total yang terjadi akibat dampak positif pelaksanaan Festival Budaya
Iraw tahun 2025 sebesar 107.849 miliar,” sambung dia.
Wempi mengaku bahwa pelaksanaan Iraw dan rangkaian HUT
menghadapi banyak tantangan. Namun, ia menegaskan data ini membuktikan
bahwa acara tersebut mampu memberi efek ganda yang signifikan bagi
pergerakan ekonomi di ‘Bumi Intimung’. “Selain itu, Pemda Malinau juga
berhasil menekan angka kemiskinan dari 5,94% pada tahun 2024 menjadi
5,54% di tahun 2025,” tuturnya.
Capaian ini, menurutnya, didukung oleh berbagai program
perlindungan sosial seperti subsidi ongkos angkut, bantuan
perlengkapan siswa, hingga program beasiswa Desa Sarjana Unggul yang
kini telah membiayai lebih dari 1.600 anak Malinau di berbagai
perguruan tinggi. “Tingkat pengangguran terbuka juga menunjukkan tren
penurunan dari 4,14% pada tahun 2021 menjadi 3,10% pada tahun 2024,”
tambahnya.
Di sisi lain, Ketua DPRD Malinau, Ping Ding mengajak semua
pihak tidak cepat berpuas diri. Ia mengapresiasi capaian eksekutif
namun mengingatkan bahwa kolaborasi adalah kunci menghadapi tantangan
ke depan. “Kita tidak boleh berpuasa diri, masih banyak tantangan yang
seperti masalah infrastruktur, pendidikan dan kesehatan yang belum
memadai, dan kualitas sumber daya manusia yang perlu kita tingkatkan,”
ujar Ping Ding, tulis dtc. (diah-01)
