Jakarta, hariandialog.co.id.- Menurut laporan Bank
Indonesia (BI), posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per akhir
Februari 2021 adalah US$ 422,6 miliar. Dengan asumsi US$ 1 setara Rp
14.646 seperti kurs tengah BI pada 15 April 2021, ULN Indonesia setara
dengan Rp 6.189,39 triliun.
Cukup mengejutkan, negara pemberi utang luar negeri
terbesar Indonesia adalah Singapura. Demikian data BI, Jumat
(16-04-2021).
Jumlah utang luar negeri Indonesia yang diperoleh dari
Singapura mencapai US$ 67,658 miliar per Februari 2021, atau setara Rp
990 triliun. Ini merupakan yang terbesar dibandingkan negara atau
lembaga multilateral lain.
Setelah Singapura, berikut lima besar pemberi utang luar
negeri terbesar Indonesia:
– Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 32,043 miliar atau sekitar Rp 469 triliun
– Jepang US$ 28,556 miliar atau sekitar Rp 418 triliun
– China US$ 20,836 miliar atau sekitar Rp 305 triliun
– International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) US$
18,393 miliar atau sekitar Rp 269 triliun
– Hong Kong US$ 12,861 miliar atau sekitar Rp 188 triliun
Dalam laporannya BI mengatakan, posisi ULN Indonesia pada
akhir Februari 2021 tersebut naik 4,0% (yoy). Peningkatan utang ini
lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang naik 2,7%. Peningkatan
pertumbuhan ULN tersebut didorong oleh kenaikan ULN Pemerintah dan ULN
swasta. (cnbc-ind/redstu).
