
Medan, harian dialog.co.id – Menjelang perayaan hari Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru), inflasi di Sumatera Utara (Sumut) relatif terkendali. Begitu pula dengan ketersediaan sejumlah bahan pangan di Sumatera Utara dipastikan aman. Inflasi Sumatera Utara sejalan dengan Inflasi Wilayah Sumatera gabungan lima Kota IHK, Sumatera juga mengalami Peningkatan namun masih berada dalam rentang sasaran.
Hal tersebut di sampaikan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Utara IGP Wira Kusuma di dampingi Suharman Tabrani dalam acara Bincang Bareng Media (BBM) di Cafe Srikandi, Jum’at (22/12/2023 di Medan.
IGP Wira Kusuma mengungkapkan bahwa peningkatan harga beras dan bawang putih di dorong oleh penurunan ketersediaan pasar global demikian juga peningkatan harga gula pasir di dorong oleh ketergantungan terhadap gula pasir Import yang cukup tinggi, sedangkan harga gula pasir global di perkirakan terus meningkat seiring Brazil sebagai produsen terbesar gula pasir mengaluhkan hilirisasinya ke India yang sudah menutup keran eksport.
Sementara Sumatera peningkatan harga cabai rawit dan cabai merah di sebabkan oleh permintaan dari luar Sumatera Utara yang mengalami penurunan produksi akibat EL Nino.
Di samping itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara IGP Wira Kusuma juga menambahkan bahwa dalam menyambut Perayaan Natal dan Tahun Baru 2024 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara siap melayani kebutuhan uang Rupiah kepada masyarakat melalui perbankan guna menyambut
Hari Besar Natal dan Tahun Baru dengan menyiapkan ± Rp 4,45T.
Penyediaan kebutuhan uang Rupiah pada tahun ini juga guna mendukung kesiapan Perbankan dalam merealisasikan Program Bantuan Sosial dari Pemerintah yang diantaranya adalah bantuan sosial El Nino, bantuan pangan, PKH tahap 4, BPNT dan PIP Kemendikbud Ristek yang direncanakan pada akhir tahun 2023. Pemenuhan Kebutuhan Uang Kartal Sumatera Utara Periode Nataru tahun 2022 sebesar Rp. 3.56 T dan tahun 2023 sebesar Rp 4,45 T 25,08% (yoy) KPwBI Sumut memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar (ULE) pada periode Nataru 2023 dengan estimasi kenaikan 25,08% (yoy). (ss)
