Lampung, hariandialog.co.id– Sekjen PDI Perjuangan, Hasto
Kristiyanto kembali menyinggung isu 3 periode saat berkampanye di
Bandar Lampung. Bukan itu saja, dia juga menyindir bahwa paslon nomor
2 yang dibekengi oleh pemerintah dan para pengusaha besar.
Menurut Hasto, gerakan-gerakan menyalahgunakan kekuasaan
saat ini telah terjadi. “Saat ini, mahasiswa dan kelompok-kelompok pro
demokrasi telah bergerak. Karena mereka telah melihat adanya
penyalahgunaan kekuasaan,” kata dia, Minggu (28-0-/2024).
Penyalahgunaan gunaan yang dimaksud Hasto untuk memenuhi
ambisi memperpanjang jabatan menjadi 3 periode. “Penyalahgunaan
kekuasaan ini hanya untuk memenuhi ambisi kekuasaan itu, hanya untuk
ambisi memperpanjang kekuasaan 3 periode,” ungkapnya.
Hasto juga menyindir banyaknya pengusaha yang mendukung
pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. “Ada yang
mengatakan, pasangan Prabowo-Gibran didukung oleh lebih dari 30 persen
pengusaha yang menyumbang perekonomian nasional. Buat apa didukung
pengusaha besar tapi pada akhirnya menindas rakyat saudara-saudaraku,”
ujarnya.
Untuk mematahkan hal tersebut, Hasto meyakinkan kepada
para pendukung maupun simpatisan di Lampung memilih paslon
Ganjar-Mahfud. “Karena itu, sudah saatnya Indonesia dipimpin perpaduan
oleh perpaduan rambut putih dan pendekar hukum yakni perpaduan
Ganjar-Mahfud,” ungkapnya tulis dtc.
Dalam kampanye ini, Hasto meyakinkan pasangan
Ganjar-Mahfud bisa mensejahterakan rakyat lewat program-program kerja
yang ditujukan memberikan keadilan untuk rakyat. “Pada tanggal 14
Februari nanti, datang dan coblos pasangan Ganjar-Mahfud. Karena
program kerja jelas untuk mensejahterakan rakyat,” ujarnya.(dika-01)
