Jakarta, hariandialog.co.id.- – KPK menangkap Bupati Ponorogo Sugiri
Sancoko dalam operasi tangkap tangan (OTT). Operasi itu berkaitan
dengan dugaan korupsi promosi jabatan di Pemkab Ponorogo. “Mutasi dan
promosi jabatan,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcayanto saat
dihubungi, Jumat, 7 November 2025.
KPK belum memerinci jumlah orang yang ditangkap dalam OTT di
Ponorogo. Fitroh baru menyebut Bupati Ponorogo menjadi salah satu
pihak yang telah diamankan. “Sudah (ditangkap),” singkat Fitroh. Dia
menjawab soal pertanyaan Bupati Ponorogo sudah diamankan.
Para pihak yang ditangkap saat ini masih berstatus terperiksa.
KPK memiliki 1×24 jam untuk menentukan status hukum, tulis dtc.
(han-01)
Warga Baduy Dibegal
Lebak, hariandialog.co.id. – Pembegalan terhadap warga suku Baduy di
daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat (Jakpus) berbuntut panjang. Tokoh
adat Baduy menuntut hal ini.
Tokoh adat di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten ikut turun tangan atas
peristiwa pembegalan yang dialami warga Baduy Dalam saat sedang
berdagang di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Akibat pembegalan itu, warga Baduy bernama Repan mengalami
sejumlah luka-luka. Uang tunai sebesar Rp 3 juta dan 10 botol madu
juga diambil begal.
Medi, perwakilan adat Baduy mengingatkan pelaku kejahatan atau
pembegalan terhadap warganya segera menyerahkan diri ke aparat
kepolisian setempat. “Kita berharap pelaku kejahatan itu menyerahkan
diri ke kepolisian,” kata perwakilan adat Baduy yang juga Sekretaris
Desa Kanekes Kabupaten Lebak Medi saat dihubungi di Rangkasbitung,
Lebak, Kamis, 6 November 2025.
Pelaku begal terhadap warga Baduy bernama Repan (17) diduga
empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor. Pelaku melukai tangan
bagian kiri korban serta merampas uang Rp3 juta, satu unit handphone
dan 10 botol madu.
Peristiwa ini dialami Repan saat sedang berjualan madu dan
aksesori khas adat Baduy di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta
Pusat, Minggu (26/10).
Medi kembali mengingatkan keempat pelaku kejahatan tersebut
segera menyerahkan diri ke kepolisian setempat. Para tokoh adat Baduy
pun berdoa agar pelaku kejahatan terhadap warganya segera ditangkap
aparat kepolisian untuk diproses secara hukum. “Kita mengecam pelaku
kejahatan yang menimpa warganya itu dan supremasi hukum harus
ditegakkan,” katanya menjelaskan.
Medi mengatakan, Repan, menjual madu dengan berjalan kaki selama tiga
hari ke Jakarta, karena dilarang adat jika menggunakan angkutan
kendaraan.
Pihaknya tidak menyangka Repan menjadi korban pembegalan
dan kejahatan, padahal sudah beberapa bulan berjualan relatif aman.
“Kami baru kali pertama warga Baduy menjadi korban kejahatan, sehingga
tokoh adat mendesak kepolisian segera menangkap pelakunya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta
Pusat, Iptu Ruslan Basuki mengatakan pihaknya kini memburu keempat
pelaku kejahatan dan perampasan terhadap Repan. “Kami berharap pelaku
kejahatan itu bisa tertangkap,” katanya. tulis dtc. (mahar-01)
