
Majalengka.hariandialog.co.id -Pasangan Kapten (Purn) Sanudi dan istrinya Titin Prihatin kembali menyuarakan harapan dan tuntutan mereka terhadap proses hukum yang menurut mereka tidak berjalan adil selama hampir 12 tahun terakhir. Mereka mengklaim telah mengalami berbagai bentuk tekanan dan ketidakadilan dalam upaya mencari kebenaran atas kasus yang menimpa keluarga mereka.
Dalam pernyataannya, Sanudi menyebut bahwa keluarganya menghadapi berbagai tantangan, mulai dari fitnah, pembungkaman, manipulasi data, hingga intimidasi dari sejumlah pihak yang mereka anggap terlibat dalam proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami sudah bertahun-tahun berjuang, tetapi kebenaran belum terlihat. Namun kami tidak akan menyerah, karena kami yakin keadilan pada akhirnya akan menang,” ujar Sanudi didampingi sang istri
Minggu 7/12 di palabuan..
Dalam kesempatan tersebut, keluarga ini mengajak masyarakat luas untuk turut mendukung perjuangan mereka dalam mencari keadilan. Mereka menilai bahwa persoalan yang mereka alami bukan hanya untuk kepentingan keluarga semata, tetapi juga menjadi simbol perjuangan bagi masyarakat yang menginginkan sistem hukum yang lebih bersih dan transparan.
“Kami berjuang bukan hanya untuk diri kami sendiri, tapi untuk anak-anak kami, keluarga kami, dan seluruh rakyat Indonesia yang ingin hidup dalam keadilan dan kedamaian,” ungkap Titin Prihatin.
Seruan tersebut juga dibarengi dengan ajakan untuk bersama-sama melawan tindakan yang mereka anggap sebagai penyalahgunaan wewenang dan ketidakadilan.
“Kita harus bersatu, kita harus kuat, dan kita harus berani melawan!” tegas Sanudi.
Di tengah perjuangan yang panjang, keluarga ini tetap berharap agar jalan hukum dapat memberikan titik terang. Mereka juga memanjatkan doa agar diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalani proses yang belum menunjukkan akhir.
“Semoga Allah mendengar doa-doa kita dan memberikan kita kekuatan, kesabaran, serta keadilan. Semoga kita semua selalu berada di jalan yang benar dan mendapatkan perlindungan-Nya,” tutur Sanudi.
Keluarga Kapten (Purn) Sanudi menegaskan bahwa perjuangan mereka belum selesai dan akan tetap dilanjutkan hingga, menurut mereka, keadilan benar-benar ditegakkan.
“Hidup Keadilan! Hidup Kebenaran! Hidup Rakyat! Kami akan terus berjuang sampai keadilan ditegakkan,” pungkasnya.(Mochamad)
