Jakarta, hariandialog.co.id.-Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI
Sultan B Najamudin meminta pemerintah melalui Kementerian Pertanian
untuk kembali menjadikan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas
perkebunan penerima subsidi pupuk. Sultan menilai sawit merupakan
salah satu komoditas yang perlu dikembangkan intensif.
Hal ini disampaikan mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu saat
melakukan kunjungan kerja reses di Desa Kembang Mumpo, Kabupaten
Seluma, Bengkulu, Minggu, 23 Mei 2025.
“Sawit adalah komoditas perkebunan unggulan yang perlu
dikembangkan secara intensif. Terdapat hampir 7 juta hektar lahan
perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh petani swadaya,” kata
Sultan.
Sultan berharap Peraturan Menteri (Permen) Pertanian
terkait pupuk subsidi dapat dievaluasi untuk memberikan rasa keadilan
bagi ratusan ribu masyarakat petani kelapa sawit di daerah.
“Penghapusan komoditas kelapa sawit dalam peraturan menteri Pertanian
Nomor 10 Tahun 2022 cukup memberatkan petani sawit mandiri. Terutama
bagi petani dengan luas lahan di bawah 1-3 hektar,” ujarnya.
Diketahui kelapa sawit tidak termasuk dalam 9 komoditas yang
diberikan insentif subsidi pupuk dalam peraturan menteri Pertanian
Nomor 10 Tahun 2022.
Selain itu, kata Sultan, penghapusan subsidi pupuk juga
sangat berpengaruh pada penurunan produktivitas dan nilai tukar petani
sawit. Tak heran jika rata-rata Produktivitas sawit kita kurang dari 4
ton per hektare, kalah dibandingkan Malaysia. “Pemerintah perlu
memberikan perhatian lebih kepada pelaku industri kelapa sawit secara
menyeluruh khususnya petani sawit swadaya. Tidak hanya pada
produktivitas, tapi juga soal riset, promosi, tata kelola, hilirisasi,
dan pengolahan sawit dalam satu atap”, tutupnya. (qiqi-01)
