Jakarta, hariandialog.co.id.- Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. H. M
Syarifuddin, SH., MH pada Senin 9 Mei 2022 pagi memimpin delegasi
Mahkamah Agung RI melakukan kunjungan kerja peningkatan kerjasama
bilateral antara Mahkamah Agung RI dan pemerintah serta peradilan
Norwegia.
Dalam kesempatan pertama, kunjungan dilakukan ke Fakultas
Hukum University of Oslo yang merupakan pertemuan awal dari rangkaian
kunjungan kerja delegasi Mahkamah Agung RI yang berlangsung tanggal 9
sampai 11 Mei 2022. Selama berada di Norwegia, delegasi selain
mengunjungi Fakultas Hukum Universitas Oslo, juga mengunjungi Mahkamah
Agung Norwegia dan Pengadilan Distrik Oslo, Norwegian Center for Human
Rights (NCHR), National Mediation Commission, dan Norwegian National
Courts Administration (Domstoladministrasjonen).
Secara umum kunjungan ini dilakukan dalam rangka membangun
sekaligus meningkatkan kerjasama yang lebih luas dengan mitra
potensial yang ada di Norwegia dalam rangka penegakan supremasi,
kepastian hukum dan kemandirian peradilan di dalam aspek penguatan
kapasitas aparatur peradilan dalam sektor penegakan Hak Asasi Manusia,
Hukum Lingkungan dan Perubahan Iklim.
Sebagaimana diketahui, kerjasama antara Mahkamah Agung RI
dengan pemerintah dan peradilan Norwegia telah berjalan cukup lama.
Selama dua tahun terakhir, dengan difasilitasi oleh Kedutaan Besar
Kerajaan Norwegia di Jakarta dan Lembaga Kajian dan Advokasi untuk
Independensi Peradilan (LeIP) dan Indonesian Center for Environmental
Law (ICEL), Mahkamah Agung RI telah menjalankan berbagai kerjasama
dalam rangka peningkatan kapasitas hakim dalam sektor Hak Asasi
Manusia hukum lingkungan dan Perubahan Iklim.
Pada 2021 sendiri MARI telah mengadakan pelatihan
Sertifikasi Hakim Lingkungan bagi 187 peserta, dan pada November 2021
mengadakan Lokakarya Hukum Lingkungan bagi Hakim ASEAN bertajuk
“Towards Climate Justice: Challenge, Strategy and Future Trend in
Climate Change Adjudication”, yang dihadiri 27 peserta hakim dari 7
negara di ASEAN dan berbagai kerjasama dalam sektor penguatan
kapasitas lainnya.
Delegasi Mahkamah Agung RI terdiri dari total 16 orang
dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung RI, didampingi oleh
jajaran pimpinan yang terdiri dari Dr Andi Samsan Nganro, SH., MH,
Wakil Ketua Mahkamah Agung RI bidang Yudisial, Prof Dr Takdir Rahmadi,
SH., LLM, Ketua Kamar Pembinaan, Prof Dr Supandi SH., MH Ketua Kamar
Tata Usaha Negara, Dr Zahrul Rabain, SH., MH, Ketua Kamar Pengawasan,
Sri Murwahyuni, S.H., M.H. – Hakim Agung Kamar Pidana, Dr. Desnayeti,
S.H., M.Hum. Hakim Agung Kamar Pidana,
Ikut juga Dr. Prim Haryadi Baharuddin, S.H., M.H. Hakim
Agung Kamar Pidana/Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Badan Peradilan
Umum, Dr. Ridwan Mansyur, S.H., M.H. Panitera Mahkamah Agung RI, Ibu
Lulik Tri Cahyaningrum, S.H., M.H. – Direktur Jenderal Badan Peradilan
Militer dan TUN , Bambang Hery Mulyono, S.H., M.H. Kepala Pusdiklat
Teknis Peradilan, Badan Litbang Diklat MARI, Dr. Aria Suyudi, S.H.,
LL.M. Staf Khusus Ketua Mahkamah Agung RI , Liza Farihah, S.H.
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Advokasi Independesi Peradilan
(LeIP), Jane Aileen Tedjaseputra, S.H., LL.M. Manajer Program LeIP ,
Raynaldo Sembiring, S.H., M.Fil. Direktur Eksekutif Indonesian Center
for Environmental Law (ICEL).
Apresiasi dan Pemangku Kepentingan
Professor Ragnhild Helene Hennum, Dekan Fakultas Hukum
Universitas Oslo yang menerima delegasi Mahkamah Agung RI di ruang
Professorboligen, Faculty of Law, University of Oslo dalam sambutan
singkatnya menyatakan menghargai komitmen Mahkamah Agung RI untuk
mengintegrasikan aspek Hak Asasi Manusia ke proses pendidikan Calon
Hakim, dan selain itu juga kinerja keterbukaan informasi yang telah
dicapai Mahkamah Agung RI dalam menayangkan semua putusan pengadilan
dari empat lingkungan peradilan.
Duta Besar RI untuk Norwegia dan Islandia Prof Dr. Todung
Mulya Lubis,SH., LLM yang turut mendampingi kunjungan kerja dalam
sambutannya juga memberikan apresiasi kepada kunjungan kerja Mahkamah
Agung kali ini yang menurutnya kunjungan ini menunjukkan komitmen
Mahkamah Agung RI untuk memperkuat kerja sama, dan kemauan keras untuk
meningkatkan kompetensi profesional aparatur peradilan, hal ini dapat
dilihat dari jumlah kerja sama pelatihan yang telah dilakukan dalam
aspek perlindungan HAM, lingkungan dan perubahan iklim.
Beliau mengatakan bahwa ke depannya jalur proses peradilan
akan makin sering dimanfaatkan oleh aktivis sosial dan masyarakat
sipil untuk mendorong pemerintahnya dalam mematuhi komitmen-komitmen
internasionalnya dalam aspek HAM, Lingkungan dan Perubahan iklim, oleh
karenanya penting juga bagi peradilan Indonesia untuk bersiap
sekiranya situasi itu terjadi di Indonesia.
Untuk itu Duta Besar RI untuk Norwegia menekankan
pentingnya Mahkamah Agung RI untuk memiliki visi jangka panjang untuk
mengembangkan kapasitas hakim melalui program-program pendidikan
gelar, untuk memperluas kesempatan bagi orang-orang yang memiliki
potensi kontributif di masa yang akan datang.
Ketua Mahkamah Agung RI dalam sambutannya menyampaikan
apresiasi yang sebesar-besarnya bagi Duta Besar RI untuk Norwegia dan
Islandia Prof Dr Todung Mulya Lubis SH LLM beserta jajaran yang telah
sepenuhnya mendukung pelaksanaan kunjungan kerja ini dari
perencanaannya sampai pelaksanaan, selain itu juga kepada jajaran
Kedutaan Besar Kerajaan Norwegia di Jakarta yang telah memberikan
dukungan penuh, sehingga memungkinkan pelaksanaan kunjungan ini sesuai
dengan rencana.
Menjajaki Perluasan Peluang Kerjasama
Sebagaimana diketahui National Center for Human Rights
Universitas Oslo telah menjadi titik fokal kerjasama antara pemerintah
Norwegia dengan program peningkatan kapasitas aparatur peradilan sejak
2019.
Dalam kesempatan ini delegasi Mahkamah Agung RI juga
menjajaki berbagai peluang kerjasama yang meliputi penelitian,
pelaksanaan program pelatihan terstruktur dan berkelanjutan,
penyelenggaraan konferensi, seminar atau forum akademis lainnya dan
terakhir pertukaran dan kunjungan regional dan internasional untuk
berbagi dan mendapatkan pengalaman dari praktik-praktik terbaik.
Dalam kesempatan kunjungan ini juga sempat dibahas secara
cukup mendalam strategi perluasan kerjasama dengan NCHR Universitas
Oslo ini yang diharapkan bisa menjadi pedoman bagi perluasan dan
penguatan kerjasama bilateral dengan pemerintah Norwegia. (humas MA
/AS/tob)
