Semarang, hariandialog.co.id.- Setelah enam hari berlangsung
pertandingan Turnamen Tenis Beregu PTWP memperebutkan Piala Bergilir
Ketua Mahkamah Agung RI, akhirnya berakhir dengan kemenangan ada pada
Peradilan Militer selaku juara Pertama dan Mahkamah Agung diikuti
Pengadilan Tinggi Makasar juara II dan III.
Sementara untuk putri beregu juara pertama ditangan
Mahkamah Agung dan diikuti Peradilan Militer. Pertandingan diikuti 62
kontingen berasal dari 39 daerah yang tergabung di PTWP. “Acara
penutupan yang berlangsung pukul 19.30 WIB ini diwarnai dengan suasana
suka cita dan sportif seluruh yang hadir, saat diumumkan sebagai
Pemenang Juara,” tulis humas MA di webnya.
Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Syarifuddin, SH,MH,
menyampaikan, ajang kompetisi seperti ini banyak memberikan manfaat,
selain untuk mengukur kemampuan bertanding dari para pemain, juga
menjadi sarana untuk melatih sportivitas dan kekompakan di antara
warga peradilan.
Sportivitas, sebut Ketua MA, bukan hanya dibutuhkan pada
saat berolah raga, namun juga dibutuhkan dalam menjalankan tugas-tugas
keseharian, karena dari prilaku yang sportif akan melahirkan pribadi
yang jujur dan berintegritas, tuturnya.
Syarifuddin juga berpesan kepada seluruh warga
peradilan agar di satuan kerja masing-masing; 1. Jaga integritas
karena integritas akan menyelamatkan kita semua dan lembaga kita
tercinta dari segala gangguan dan rongrongan terhadap kemandirian
lembaga peradilan; 2. Jaga kehormatan Korp, karena kehormatan Korp
merupakan simbol dari marwah lembaga peradilan; 3. Jaga kekompakan,
karena kekompakan akan membuat kita menjadi kuat dan kokoh; 4. Jaga
kepedulian, karena dengan sikap saling peduli dan saling mengingatkan
untuk kebaikan di antara sesama warga peradilan akan menghindari
perbuatan-perbuatan yang dapat mencoreng nama baik lembaga;
Dan ke 5. Jaga profesionalitas, karena dengan
profesionalitas yang tinggi, penegakan hukum dapat berjalan dengan
baik. “Lima pesan yang saya sebutkan tadi, tolong diingat dengan baik,
disampaikan kepada rekan sejawat di tempat kerja dan dijalankan oleh
kita semua, agar kita bisa meraih kembali kepercayaan publik”, ujar
Syarifuddin. (hms/tob).
