
Medan, hariandialog.co.id. – Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026 benar-benar bertransformasi ke penampilan baru yang lebih modern dalam balutan ‘Harmoni Emas’. Harapan itu terlihat dari penataan pajangan produk di 33 kabupaten/kota dengan kreasi dan inovasi yang terlihat total di setiap paviliun, stand dan booth di arena PRSU Komplek Tapian Daya Jalan Gatot Subroto Medan.
Pantauan Tim Media dari SK Dialog Sumut, Rabu(29/7/2026) di PRSU ke-50 selain menghadirkan pameran produk unggulan UMKM, hasil pertanian dan objek wisata dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara (Sumut). PRSU tahun 2026 ini juga menawarkan pengalaman berbeda melalui penataan kawasan yang lebih rapi, nyaman, interaktif, dan ramah pengunjung. PRSU juga menghadirkan beragam spot foto kekinian, paviliun daerah yang menarik, serta area kuliner yang tertata rapi semakin menambah daya tarik di ajang pameran pembangunan, budaya, hiburan dan bisnis tahunan terbesar kebanggaan Sumut itu.

Salah satu paviliun yang banyak menarik perhatian pengunjung adalah Paviliun Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas ). Begitu melangkah masuk ke paviliun Kabupaten Humbang Hasundutan pengunjung langsung disambut dengan tumpukan berbagai macam produk UMKM dan hasil pertanian segar. Lebih dari 60 ( enampuluhan ) berbagai macam produk Wine Coffee terbuat dari kemasan botol kaca ditata sedemikian rupa sehingga menarik perhatian para pengunjung PRSU dan menjadi salah satu spot foto favorit di antara puluhan paviliun di arena PRSU. Selain itu juga ada Parfun yang terbuat dari kemenyaan (Aminjon) menjadi salah satu andalan hasil pertanian dari Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan yang sangat terkenal itu.
Selain itu juga, Lintong Nihuta adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Humbang hasundutan yang menjadi penghasil Kopi Arabika dan Robusta terbesar dan terkenal di kabupaten itu.

” Coffee Arabica dari Kecamatan Lintong ada jawaranya dengan rasa asam yang bertekstur lembut, dan juga coffee Robusta ada rasa pahit,” kata Stevano Silalahi didampingi tiga rekan kerjanya di Paviliun yang berstatus mahasiswa di Sumut yang direkrut Dinas Diskoperda Humbang Hasundutan.
Lebih lanjut kata Stevano Kecamatan Lintong Nihuta merupakan salah satu sentra produksi kopi terbesar terbesar di di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan. Hampir setiap keluarga mengelola dan memiliki perkebunan kopi minimal 1 hektar perkeluarga . Keunggulan agroklimatologi di Lintongnihuta menjadikan kualitas kopi Arabika sangat khas dan menjadi salah satu komoditi ekspor unggulan Sumatera Utara, dari Kabupaten Humbang Hasundutan termasuk kemenyaan (Aminjon) bahkan sampai menembus pasar internasional seperti Australia dan Singapura.

Unggulnya, selama 28 hari lebih produk UMKM dan hasil pertanian dan juga Foto kuda di pajang di depan Paviliun . Terdapat lebih dari 60 macam bermacam produk UMKM yang dipajang menjadi bentuk menara oleh tim paviliun Humbang Hasundutan yang di koordinir Penjaga paviliun yang ditugaskan 4 orang saat itu.
Mereka berharap kepada Gubernur Sumatra Utara agar lebih memperkenalkan produk UMKM Humbang Hasundutan semakin lebih meluas pemasaranya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut,” pungkasnya. (Emmar)
