
Caption : Serah Terima Jabatan Gubernur Bali, Wayan Koster kepada PJ Gubernur
Bali, Sang Made Mahendra Jaya,disaksikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito
Karnavian, Jumat (8/9 )2023, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali.
Denpasar, hariandialog.co.id Capaian Kinerja Wayan Koster selama 5 Tahun menjadi Gubernur Bali dan Tjok Oka
Sukawati sebagai Wakil Gubernur Bali melaksanakan Tatanan Bali Era Baru, 2018-
2023 dengan visi Pembangunan Bali “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” melalui Pola
Pembangunan Semesta Berencana menuju BALI ERA BARU mendapat apresiasi luar
biasa saat acara Serah Terima Jabatan Gubernur Bali, Wayan Koster kepada PJ
Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, Jumat (8/9 )2023, di Gedung Ksirarnawa,
Taman Budaya Provinsi Bali.
Dihadapan Menteri Dalam Negeri, Bapak Muhammad Tito Karnavian, Pimpinan
DPRD Provinsi Bali, Sekda Pemerintah Provinsi Bali, Bupati/Walikota dan Ketua DPRD
Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala OPD Pemrov. Bali, hingga Tokoh Masyarakat , dan
puluhan ribu pegawai Pemerintah Provinsi Bali, Wayan Koster, menyampaikan
Pencapaian Pembangunan Bidang Prioritas yaitu Pembangunan Bidang Pangan,
Sandang, dan Papan, ditujukan menyediakan kebutuhan dasar kehidupan Krama Bali
dalam jumlah dan kualitas memadai, melalui pembangunan Pertanian dengan Sistem
Pertanian Organik, Kelautan dan Perikanan, serta Industri Kerajinan Rakyat berbasis
Budaya Branding Bali.
Dalam Bidang Pangan, terutama dari 10 komoditas pangan strategis, yakni: Beras,
Jagung, Bawang Merah, Bawang Putih, Cabai Rawit, Cabai Besar, Daging Sapi, Daging
Ayam Ras, Telor Ayam Ras, dan Daging Babi; 9 komoditas mengalami surplus, hanya
komoditas Bawang Putih yang mengalami defisit atau kekurangan. Data ini
menunjukkan bahwa, Bali sangat siap menjadi pulau yang berdaulat di Bidang Pangan,
hanya produksi Bawang Putih yang harus ditingkatkan.
Dalam Bidang Sandang, ditandai peningkatan jumlah produksi Industri Kerajinan
Rakyat yang sangat cepat, serta mengalami perkembangan mode yang sangat kreatif
dan inovatif. Peningkatan produksi pangan dan sandang diiringi dengan kebijakan
penggunaan produk lokal Bali oleh Masyarakat Bali, yakni pemasaran dan pemanfaatan
produk pertanian, perikanan, dan industri kerajinan rakyat.
Untuk Bidang Papan, ketersediaan air minum dari berbagai sumber air untuk
kebutuhan rumah tangga sudah cukup memadai; tingkat elektrifikasi yakni jumlah
rumah tangga sudah memakai listrik mencapai 100%; dan jumlah rumah tangga yang
memiliki layanan sanitasi layak secara mandiri sebesar 86%.
Pencapaian Pembangunan Bidang Prioritas juga dicapai Dalam Bidang Kesehatan.
Tercatat fasilitas dan tenaga kesehatan tersedia dalam jumlah dan kualitas relatif
memadai, diantaranya, Jaminan kesehatan telah mencapai Universal Health Coverage
(UHC) sebesar 98%, tertinggi di Indonesia,;Angka stunting sebesar 8,0%, paling rendah
di Indonesia, jauh dibawah angka stunting nasional sebesar 21,6%; dan Telah
melakukan terobosan inovatif Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali di Rumah Sakit,
Puskesmas, dan Klinik Kesehatan.
Dalam Bidang Pendidikan, sampai tahun 2023 telah dicapai,Dibangunnya 17 SMA/SMK
baru;Ketersediaan jumlah fasilitas,saranaprasarana, pendidik, dan tenaga kependidikan
serta akses mengikuti pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan
menengah; Angka Partisipasi Kasar pendidikan PAUD mencapai 31,81%; Angka
Partisipasi Kasar pendidikan SD mencapai 103%; Angka Partisipasi Kasar pendidikan
SMP mencapai 96%; Angka Partisipasi Kasar pendidikan SMA/SMK mencapai 91%;
dan Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi mencapai 32%.Secara umum, kualitas
pendidikan dasar dan pendidikan menengah di Bali sudah cukup memadai, di atas rata-
rata nasional.
Pada Bidang Kebudayaan, selama 5 tahun, telah dibangun tatanan fundamental,
komprehensif, dan monumental Niskala-Sakala penguatan dan pemajuan adat, tradisi,
seni-budaya, dan kearifan lokal Bali. Tatanan baru ini meliputi,yakni Penguatan
Kedudukan, Kewenangan, dan Fungsi Desa Adat; Penguatan dan Pemajuan
Kebudayaan Bali; Penguatan kelembagaan dan fungsi Subak; Penggunaan Busana
Adat Bali; Pelindungan Pura, Pratima, dan Simbol Keagamaan; Penyelenggaraan Tata-
Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berbasis Kearifan Lokal Sad Kerthi.
Selain itu, Pemuliaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali; Penyelenggaraan Bulan
Bahasa Bali; dan Pembaharuan tata kelola Pesta Kesenian Bali dan penambahan
materi baru berupa Jantra Tradisi Bali serta Perayaan Budaya-budaya Dunia di Bali.
Untuk Bidang Kepariwisataan, telah mulai dilakukan penataan secara fundamental
dan komprehensif, untuk mewujudkan pariwisata berbasis budaya, berkualitas, dan
bermartabat dengan memberlakukan kebijakan,Standar Penyelenggaraan
Kepariwisataan Budaya Bali; Tata Kelola Pariwisata Bali; Pelindungan Pura, Pratima,
dan Simbol Keagamaan; serta Tatanan Baru Bagi Wisatawan Mancanegara selama
Berada di Bali (apa yang boleh dan apa yang dilarang bagi wisatawan selama berada di
Bali. ( rls-hms / nani )
